Anis Matta Sebut Perlu Tiga Fitur Manusia Indonesia Hadapi Krisis

Sabtu, 20 Juni 2020 - 11:25 WIB
loading...
Anis Matta Sebut Perlu...
Ketua Umum Partai Gelora Indonesia, Anis Matta mengatakan diperlukan tiga fitur utama dalam masyarakat Indonesia agar tercipta daya dorong yang kuat bagi kemajuan bangsa, yaitu Efektif, Inovatif dan Kolaboratif. Foto/SINDOphoto
A A A
JAKARTA - Bangsa Indonesia dalam dua dekade terakhir pasca reformasi dianggap belum bisa bergerak maju memanfaatkan potensi sumber daya yang dimiliki. Bangsa Indonesia juga dinilai sibuk dengan pekerjaan rumahnya sendiri sehingga lupa untuk melihat ke dunia luar yang sedang menuju pembentukan keseimbangan baru.

"Energi bangsa ini terserap oleh bermacam-macam konflik yang tidak perlu, dan justru menciptakan pembelahan dan polarisasi masyarakat, yang membuat kekuatan kita sebagai suatu bangsa melemah," ujar Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Muhammad Anis Matta dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (20/6/2020). (Baca juga: Survei Ketahanan Keluarga saat Pandemi COVID-19: Jabar Tertinggi Diikuti Banten dan DKI)

Untuk bergerak maju, menurut Anis, diperlukan tiga fitur utama dalam masyarakat Indonesia agar tercipta daya dorong yang kuat bagi kemajuan bangsa ini, yaitu Efektif, Inovatif dan Kolaboratif. Dia mengatakan, saat ini energi bangsa Indonesia terlalu banyak dihabiskan untuk konflik internal dan sosial di masyarakat sehingga tidak efektif.

Karena itu, diperlukan menumbuhkan kembali semangat persaudaraan, mendorong lahirnya pemimpin-pemimpin berjiwa besar yang mampu menginspirasi bangsanya untuk bergerak, bukan dengan kekuatan pemaksa dan otoritas. "Jadi kita perlu menumbuhkan lahirnya masyarakat efektif dengan menciptakan kembali 'energi sosial' yang akan menjadi tenaga penggerak bangsa ini untuk maju," terang Anis.

Sedangkan mengenai inovatif, Anis Matta menilai inovasi tidak selalu kaitannya dengan temuan-temuan ilmiah dalam dunia sains tapi juga metode-metode baru dalam memecahkan persoalan masyarakat. "Kita perlu mendorong lahirnya masyarakat berpengetahuan (knowledge society). Sebuah masyarakat yang ditandai dengan pemerataan pendidikan tinggi dan pemanfaatan pengetahuan serta inovasi sebagai faktor utama dalam penciptaan kemakmuran, mendahului faktor produksi klasik lainnya," jelasnya.

Penyuka buku karya Soekarno-Hatta ini berharap individu dan komunitas bisa saja mendorong terwujudnya masyarakat berpengetahuan di Indonesia. Namun, untuk mewujudkannya dalam skala yang lebih luas dan waktu yang relatif lebih singkat, kebijakan pemerintah akan jauh lebih berpengaruh.

"Kebijakan yang terencana dengan dukungan anggaran yang lebih pasti, akan membuat proses pencapaian tujuan dapat dilakukan dengan lebih efektif," imbuhnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Fahri Hamzah Minta Elite...
Fahri Hamzah Minta Elite Nasional Jangan Terus Kembangkan Narasi Perpecahan
Fahri Hamzah Kritik...
Fahri Hamzah Kritik Saiful Mujani: Dunia Lagi Memerlukan Kita untuk Kompak Bersatu
MKD Panggil Mardani...
MKD Panggil Mardani Ali Sera Pekan Depan Buntut Laporan Simpatisan Partai Gelora
Alasan Simpatisan Partai...
Alasan Simpatisan Partai Gelora Adukan Politikus PKS Mardani Ali Sera ke MKD
Respons Putusan MK,...
Respons Putusan MK, Jubir Anies: Semoga KPU Segera Ubah Aturan Pilkada 2024
Partai Gelora Tolak...
Partai Gelora Tolak PKS Gabung Koalisi Prabowo-Gibran, Ini Alasannya
Alasan Partai Gelora...
Alasan Partai Gelora Dukung Dedie Rachim di Pilwalkot Bogor 2024
Gelora Depok Daftarkan...
Gelora Depok Daftarkan 50 Bacaleg, 60 Persen dari Kalangan Milenial
Partai Gelora Tangerang...
Partai Gelora Tangerang Suarakan Perlindungan Anak Yatim
Rekomendasi
Ditangkap Pasukan Indonesia,...
Ditangkap Pasukan Indonesia, Ulama Palestina Sheikh Miqdad Dikhawatirkan Akan Diserahkan ke Israel
Presiden Pezeshkian:...
Presiden Pezeshkian: Iran Sedang Perang Skala Penuh dengan AS!
Nico Williams Hadiahkan...
Nico Williams Hadiahkan Medali Emas Piala Dunia 2026 untuk Sang Ibunda
Berita Terkini
Judul RUU Perampasan...
Judul RUU Perampasan Aset Diubah Menjadi RUU Pemulihan Aset? Ini Pandangan Pakar Hukum Pidana
96 Perwira Duduki Jabatan...
96 Perwira Duduki Jabatan Strategis di Bareskrim pada Mutasi Juni 2026, Ini Namanya
Prabowo Minta Tindakan...
Prabowo Minta Tindakan Tegas Terhadap Penyelewengan Tak Merusak Stabilitas Nasional
3 Fakta yang Telah Diungkap...
3 Fakta yang Telah Diungkap KPK Terkait OTT Bupati Lombok Barat
Wamenag: Pencegahan...
Wamenag: Pencegahan LGBT Akan Masuk Kurikulum Mulai Kelas 4 SD
TPPU Dinilai Bisa Jadi...
TPPU Dinilai Bisa Jadi Pintu Masuk Bongkar Kasus Eks Jampidsus
Infografis
Jerman Persiapkan Anak-anak...
Jerman Persiapkan Anak-anak Hadapi Krisis Perang Dunia III
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved