Jejak Politik Rhoma Irama yang Disebut Kembali Gabung Partai Golkar
Selasa, 26 April 2022 - 18:14 WIB
loading...
A
A
A
Kemudian sebagai anggota terdapat nama Debby Veramasari. Dia merupakan putri sulung Rhoma Irama dengan istri pertamanya, Veronica.
Jika ditelusuri, jejak politik Rhoma Irama sudah cukup lama. Sebagai seorang penyanyi dangdut ternama, Rhoma Irama menjadi incaran partai politik untuk diminta bergabung. Rhoma akhirnya menjatuhkan pilihan pada Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada 1977. Bergabungnya Rhoma membuat perolehan suara PPP di Pemilu 1977 naik signifikan. Bahkan partai berlambang Ka'bah itu mengalahkan Partai Golkar dalam perolehan kursi di Jakarta. Lima tahun berikutnya, suara PPP juga cukup terjaga dengan keberadaan Rhoma Irama, meski kalah dari Golkar.
Baca juga: Sambut Gembira, Airlangga: Kiai Haji Rhoma Irama Akhirnya Kembali ke Partai Golkar
Namun Rhoma Irama Irama akhirnya mengundurkan diri dari PPP karena tingginya tekanan politik di era Orde Baru. Rhoma yang kembali fokus bermusik perlahan-lahan merapat ke pemerintah Orde Baru. Pada 1992, Sang Raja Dangdut tepilih menjadi anggota MPR sebagai utusan golongan seniman dan artis. Rhoma duduk di MPR hingga 1997.
Rhoma akhirnya memutuskan bergabung dengan Partai Golkar pada 1996. Ia pun tercatat sebagai calon anggota legislatif (caleg). Rhoma pun berhasil duduk di DPR RI dari Fraksi Golkar. Namun setelah pemerintahan Orde Baru berakhir, Rhoma Irama juga tidak aktif lagi di Golkar. Pada 2008, ia kembali bergabung dengan PPP.
Perhatian publik tersedot ke Rhoma Irama ketika ia menyatakan siap maju menjadi calon presiden (capres) pada 2013. Pelantun lagu 'Judi' itu merapat ke Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang didirikan oleh tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama (NU). Ketum PKB Muhaimin Iskandar rajin berkeliling daerah mengenalkan Rhoma Irama sebagai capres.
Dalam setiap kunjungan ke daerah, Rhoma selalu mengajak para penggemarnya untuk membesarkan PKB agar ia bisa maju menjadi capres 2014. "Begitu juga kalau setuju Rhoma Irama jadi capres, dia harus membesarkan PKB," ujar Rhoma di Bandung, Jawa Barat, Kamis (25/7/2013) malam.
Jika ditelusuri, jejak politik Rhoma Irama sudah cukup lama. Sebagai seorang penyanyi dangdut ternama, Rhoma Irama menjadi incaran partai politik untuk diminta bergabung. Rhoma akhirnya menjatuhkan pilihan pada Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada 1977. Bergabungnya Rhoma membuat perolehan suara PPP di Pemilu 1977 naik signifikan. Bahkan partai berlambang Ka'bah itu mengalahkan Partai Golkar dalam perolehan kursi di Jakarta. Lima tahun berikutnya, suara PPP juga cukup terjaga dengan keberadaan Rhoma Irama, meski kalah dari Golkar.
Baca juga: Sambut Gembira, Airlangga: Kiai Haji Rhoma Irama Akhirnya Kembali ke Partai Golkar
Namun Rhoma Irama Irama akhirnya mengundurkan diri dari PPP karena tingginya tekanan politik di era Orde Baru. Rhoma yang kembali fokus bermusik perlahan-lahan merapat ke pemerintah Orde Baru. Pada 1992, Sang Raja Dangdut tepilih menjadi anggota MPR sebagai utusan golongan seniman dan artis. Rhoma duduk di MPR hingga 1997.
Rhoma akhirnya memutuskan bergabung dengan Partai Golkar pada 1996. Ia pun tercatat sebagai calon anggota legislatif (caleg). Rhoma pun berhasil duduk di DPR RI dari Fraksi Golkar. Namun setelah pemerintahan Orde Baru berakhir, Rhoma Irama juga tidak aktif lagi di Golkar. Pada 2008, ia kembali bergabung dengan PPP.
Perhatian publik tersedot ke Rhoma Irama ketika ia menyatakan siap maju menjadi calon presiden (capres) pada 2013. Pelantun lagu 'Judi' itu merapat ke Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang didirikan oleh tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama (NU). Ketum PKB Muhaimin Iskandar rajin berkeliling daerah mengenalkan Rhoma Irama sebagai capres.
Dalam setiap kunjungan ke daerah, Rhoma selalu mengajak para penggemarnya untuk membesarkan PKB agar ia bisa maju menjadi capres 2014. "Begitu juga kalau setuju Rhoma Irama jadi capres, dia harus membesarkan PKB," ujar Rhoma di Bandung, Jawa Barat, Kamis (25/7/2013) malam.
Lihat Juga :