Fahri Hamzah: Jarak Kita dengan Papua Harus Dipotong Secara Komprehensif
Minggu, 24 April 2022 - 19:28 WIB
loading...
Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah mengungkapkan ada jarak antara kita dengan Papua. Jarak itu bukan semata secara fisik, walau memang jarak antara Jakarta dengan Papua, jauhnya sama dengan jarak dari Jakarta ke Arab Saudi. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah mengungkapkan ada 'jarak' antara kita dengan Papua. Jarak itu bukan semata secara fisik, walau memang jarak antara Jakarta dengan Papua , jauhnya sama dengan jarak dari Jakarta ke Arab Saudi.
Maka, kata Fahri, ketika Presiden Jokowi memutuskan untuk 'memotong' jarak itu dengan membangun infrastruktur, mengingatkan dirinya tentang adanya jarak-jarak lainnya yang juga harus dipotong yaitu jarak secara kejiwaan. Baca juga: Peningkatan Kesejahteraan Dinilai Bisa Jadi Solusi untuk Masalah di Papua
"Saya mengusulkan agar kita 'memotong jarak' antara kita dengan Papua secara komprehensif, fisik dan non-fisik," ujar Fahri dalam Webinar Moya Institute yang bertajuk “Teror Menyergap Papua", yang digelar secara hibrid di Jakarta, Jumat (22/4/2022).
Menurut Fahri, prang Papua itu harus diyakinkan hatinya bahwa antara Orang Asli Papua (OAP) dengan orang Indonesia lainnya adalah sama dan bersaudara secara fundamental. Sehingga, hal-hal elementer lain yang terkait dengan itu harus dijelaskan secara masif melalui dunia pendidikan.
"Memang realitasnya, Papua bergabung dengan Indonesia dengan dasar Pepera 1969 yang sudah diakui PBB. Tapi kita juga harus menceritakan pada orang Papua, bahwa daerah-daerah di Indonesia bergabung seluruhnya dengan Indonesia segera setelah Indonesia merdeka, tanpa kecuali," jelas Fahri.
Maka, kata Fahri, ketika Presiden Jokowi memutuskan untuk 'memotong' jarak itu dengan membangun infrastruktur, mengingatkan dirinya tentang adanya jarak-jarak lainnya yang juga harus dipotong yaitu jarak secara kejiwaan. Baca juga: Peningkatan Kesejahteraan Dinilai Bisa Jadi Solusi untuk Masalah di Papua
"Saya mengusulkan agar kita 'memotong jarak' antara kita dengan Papua secara komprehensif, fisik dan non-fisik," ujar Fahri dalam Webinar Moya Institute yang bertajuk “Teror Menyergap Papua", yang digelar secara hibrid di Jakarta, Jumat (22/4/2022).
Menurut Fahri, prang Papua itu harus diyakinkan hatinya bahwa antara Orang Asli Papua (OAP) dengan orang Indonesia lainnya adalah sama dan bersaudara secara fundamental. Sehingga, hal-hal elementer lain yang terkait dengan itu harus dijelaskan secara masif melalui dunia pendidikan.
"Memang realitasnya, Papua bergabung dengan Indonesia dengan dasar Pepera 1969 yang sudah diakui PBB. Tapi kita juga harus menceritakan pada orang Papua, bahwa daerah-daerah di Indonesia bergabung seluruhnya dengan Indonesia segera setelah Indonesia merdeka, tanpa kecuali," jelas Fahri.
Lihat Juga :