Pembentukan Defend ID Bikin Indonesia Lebih Disegani Dunia
Jum'at, 22 April 2022 - 21:26 WIB
loading...
A
A
A
"Peluang offset langsung (co-production atau lisensi produk suku cadang) itu tetap ada seperti upaya Pemerintah untuk pembelian jet tempur Rafale yang banyak. Ini harus didukung dengan minimum TKDN hingga 35%. Tujuannya selain untuk alih teknologi, diharapkan Indonesia tak hanya sebagai konsumen saja. Tetapi Indonesia bisa menjadi bagian dari produsen alutsista global," ungkap Beni.
Baca juga: Menhan Prabowo Targetkan Defend ID Tembus 50 Besar Industri Pertahanan Terbesar Dunia
Tentu saja prioritas dalam TKDN harus disesuaikan dengan keunggulan dari industri pertahanan Nasional. Seperti PT PAL pembuatan kapal perang tentu saja supply chain untuk suku cadang bisa dilakukan industry swasta lainnya. Kemudian PT DI dengan kemampuan pembuatan pesawat terbang propeler CN 235 (sipil dan militer) perlu ditingkatkan.
Beni percaya dengan kewajiban TKDN 35% dalam jangka waktu tertentu ini akan meningkatkan kapasitas produksi dari industri pertahanan dalam negeri.
Menurut Beni, BUMN pertahanan Indonesia dinilai tak kalah dengan produsen alutsista global. Banyak produk unggulan dari PT PINDAD yang sudah diakui dunia. Alutsista produksi PINDAD yang sudah mendunia seperti senjata serbu SS2, kendaraan pengangkut personel (APC) ANOA. Produk unggulan seperti ini harus menjadi prioritas untuk memenuhi alutsista TNI Polri.
Defend ID juga dapat melakukan kerjasama dengan industri pertahanan swasta dalam membuat suku cadang ataupun pembuatan platform seperti kapal-kapal patroli kecil, drone, radar atau bahkan senjata/amunisi seperti misil, bom dan yang lainnya. Tujuannya agar industri dalam negeri dapat meningkat.
Baca juga: Menhan Prabowo Targetkan Defend ID Tembus 50 Besar Industri Pertahanan Terbesar Dunia
Tentu saja prioritas dalam TKDN harus disesuaikan dengan keunggulan dari industri pertahanan Nasional. Seperti PT PAL pembuatan kapal perang tentu saja supply chain untuk suku cadang bisa dilakukan industry swasta lainnya. Kemudian PT DI dengan kemampuan pembuatan pesawat terbang propeler CN 235 (sipil dan militer) perlu ditingkatkan.
Beni percaya dengan kewajiban TKDN 35% dalam jangka waktu tertentu ini akan meningkatkan kapasitas produksi dari industri pertahanan dalam negeri.
Menurut Beni, BUMN pertahanan Indonesia dinilai tak kalah dengan produsen alutsista global. Banyak produk unggulan dari PT PINDAD yang sudah diakui dunia. Alutsista produksi PINDAD yang sudah mendunia seperti senjata serbu SS2, kendaraan pengangkut personel (APC) ANOA. Produk unggulan seperti ini harus menjadi prioritas untuk memenuhi alutsista TNI Polri.
Defend ID juga dapat melakukan kerjasama dengan industri pertahanan swasta dalam membuat suku cadang ataupun pembuatan platform seperti kapal-kapal patroli kecil, drone, radar atau bahkan senjata/amunisi seperti misil, bom dan yang lainnya. Tujuannya agar industri dalam negeri dapat meningkat.
Lihat Juga :