Kasus KSP Indosurya, Bareskrim Sita Gedung dan Apartemen Senilai Rp267 Miliar

Kamis, 21 April 2022 - 19:35 WIB
loading...
Kasus KSP Indosurya,...
Bareskrim Polri menyita gedung dan apartemen seharga Rp267 miliar atas kasus investasi bodong KSP Indosurya. Foto/Dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Bareskrim Polri menyita gedung dan apartemen seharga Rp267 miliar atas kasus investasi bodong KSP Indosurya . Salah satu gedung yang disita polisi seharga Rp100 miliar di Kawasan Jakarta Selatan.

"Dilakukan penyitaan terhadap aset yang dibeli dari hasil kejahatan berupa sebuah gedung Graha Oil di wilayah Setiabudi, Jaksel atas nama HS senilai Rp100 miliar," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Kombes Pol Gatot Repli Handoko dalam jumpa pers di kantornya, Kamis (21/4/2022).

Penyitaan tersebut dilakukan Bareskrim Polri pada Rabu 20 April 2022. Gatot menuturkan, kegiatan penyitaan tersebut juga dihadiri pihak gedung dan pengacara tersangka.

Baca juga: Tersangka KSP Indosurya Kabur ke Luar Negeri, Mabes Polri Siapkan Red Notice



"Kegiatan penyitaan didampingi oleh pihak sekuriti gedung dan pengacara tersangka," ujar Gatot.

Gatot menjelaskan pihaknya juga telah memasang pelang penyitaan di depan gedung dan apartemen tersebut. Tak hanya itu, sejumlah dokumen hingga berita acara penyitaan pun telah dibuat oleh pihak berwajib.

"Adapun tindakan yang telah dilakukan oleh penyidik yaitu membuat surat tanda penerimaan, membuat berita acara penyitaan, dan memasang tanda penyitaan pada gedung tersebut," lanjut Gatot.

Rencananya, polisi juga akan menyita dua lantai apartemen di Sudirman Suites seharga Rp160 miliar. Namun, upaya penyitaan itu masih menunggu ketetapan dari Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Penyitaan bakal dilakukan terhadap satu unit ruko di Kawasan Tangerang Selatan seharga Rp7 miliar. Sebagai informasi, Bareskrim Polri telah menahan dua orang petinggi KSP Indosurya berinisial HS dan JI.

Keduanya juga telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus penipuan ini. Sedangkan satu orang petinggi KSP Indosurya lainnya, yakni Suwito Ayub, masih diburu.

Kasus tersebut bermula usai KSP Indosurya diduga menghimpun dana secara ilegal menggunakan badan hukum yang berujung pada gagal bayar.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Polisi Sita Ratusan...
Polisi Sita Ratusan Perangkat Elektronik di Markas Judi Online Hayam Wuruk, Ini Daftarnya
Bareskrim: Alamat Server...
Bareskrim: Alamat Server Judi Online Hayam Wuruk di Brasil, China, hingga Vietnam
Polri: Frans Antoni...
Polri: Frans Antoni Diduga Otak Cuci Uang Hasil Narkoba Fredy Pratama
Frans Antoni Pengendali...
Frans Antoni Pengendali Uang Fredy Pratama Digiring ke Bareskrim usai Ditangkap di Malaysia
Bareskrim Tangkap Kartel...
Bareskrim Tangkap Kartel Narkoba Asal Australia sebelum Terbang dengan Jet Pribadi
Lagi, Abu Janda Diadukan...
Lagi, Abu Janda Diadukan ke Bareskrim soal Pernyataan Sumbar Intoleran dan Barbar
Bareskrim Ungkap Peran...
Bareskrim Ungkap Peran 4 WNI dalam Sindikat Judi Online Internasional di Hayam Wuruk
Perputaran Uang Judi...
Perputaran Uang Judi Online Hayam Wuruk Capai Belasan Triliun
Tak Hanya 287 WNA, 4...
Tak Hanya 287 WNA, 4 WNI Turut Jadi Tersangka Judol Hayam Wuruk
Rekomendasi
NTB Krisis Air Bersih...
NTB Krisis Air Bersih Akibat Kemarau, 1.129 KK Terdampak
Iran: Sifat Dasar AS...
Iran: Sifat Dasar AS Adalah Mengingkari Janji!
Tantri Kotak Siap Tempuh...
Tantri Kotak Siap Tempuh Jalur Hukum Usai Ditipu Miliaran Rupiah
Berita Terkini
Kemenhaj Sebut 90% Jemaah...
Kemenhaj Sebut 90% Jemaah Haji Sudah Tiba di Tanah Air
Dari Cinta Menjadi Luka:...
Dari Cinta Menjadi Luka: Kekerasan Berpacaran Perspektif Psikologi
Hasil Survei: 83,1%...
Hasil Survei: 83,1% Publik Yakin UU Polri Bawa Perubahan Terhadap Kinerja Kepolisian
Prabowo Ungkap Kunci...
Prabowo Ungkap Kunci Negara Sukses: Berani Akui Kekurangan hingga Cari Solusi
11 Kombes Pol Pecah...
11 Kombes Pol Pecah Bintang usai Dapat Promosi Jabatan pada Juni 2026, Ini Namanya
Didik Rachbini Prediksi...
Didik Rachbini Prediksi Safari Politik Jokowi Menjadi Faktor Negatif Ekonomi Nasional
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved