Partai Demokrat Sebut SBY sebagai Bapak Perdamaian dan Demokrasi

Rabu, 20 April 2022 - 09:11 WIB
loading...
Partai Demokrat Sebut...
Partai Demokrat menyatakan mantan Presiden SBY layak mendapatkan julukan sebagai Bapak Perdamaian dan Bapak Demokrasi. Foto/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani mengatakan Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY ) layak dijuluki sebagai Bapak Perdamaian dan Bapak Demokrasi. Ini disampaikan menanggapi ungggahan Sekretariat Negara soal julukan enam presiden sebelum Jokowi.

Presiden pertama Soekarno disebut Bapak Proklamator, Presiden kedua Soeharto disebut Bapak Pembangunan, Presiden ketiga BJ Habibie disebut Bapak Teknologi. Presiden keempat Abdurrahman Wahid (Gus Dur) disebut Bapak Pluralisme, Presiden kelima Megawati Soekarnoputri disebut Ibu Penegak Konstitusi, dan Presiden RI keenam disebut Bapak Perdamaian.

" Alangkah baiknya jika julukan yang diberikan berasal dari aspirasi masyarakat, sehingga predikat yang disematkan kepada para Presiden benar-benar selaras dengan kehendak rakyat, tak kerkesan sekedar menyenangkan atasan," ujar Kamhar, Rabu (20/4/2022).

Baca juga: 6 Presiden Indonesia Sudah Memiliki Julukan, Kira-kira Jokowi Nanti Apa Ya?

Partai Demokrat, kata Kamhar, menghargai dan mengapresiasi predikat yang disematkan kepada SBY sebagai bapak perdamaian. Namun menurutnya julukan tersebut hanya mencerminkan capaian pemerintahan SBY periode pertama saja.

"Lebih tepat untuk menggambarkan potret dua periode pemerintahan Pak SBY adalah sebagai bapak demokrasi. Beliau adalah pribadi yang taat azas, pro reformasi, pro demokrasi dan senantiasa menjunjung tinggi konstitusi. Mampu menahan diri dari godaan mengutak-atik konstitusi untuk melanggengkan kekuasaan," tutur dia.

Hal ini menurut Kamhar amat berbeda dengan pemerintahan sekarang yang sejak awal periode kedua, sudah terbaca dan terasa nuansa untuk melanggengkan kekuasaan.

"Ketegasan Pak Jokowi dalam merespon manuver-manuver para pembantunya yang menjadi motor gerakan penundaan pemilu, perpanjangan masa jabatan presiden dan presiden tiga periode menjadi mata ujian penting," ungkap Kamhar.



Jika Presiden Jokowi tak mengambil sikap tegas atau melakukan pembiaran pada pembantu-pembantunya yang terlibat 'operasi politik' terorisme konstitusi ini, maka jika Ibu Megawati disematkan julukan sebagai Ibu Penegak Konstitusi, Pak Jokowi akan dicatat sejarah sebagai Bapak Makar Konstitusi.

"Pak Jokowi akan menghidupkan kembali julukan yang pernah diberikan BEM UI sebagai The King of Lip Service. Karenanya Pak Jokowi mesti mengambil tindakan tegas. Tak bisa melakukan pembiaran," tutur dia.

Kamhar menyebutkan pembiaran yang dilakukan Presiden Jokowi terhadap anak buahnya yang melenceng dari konstitusi dapat menyakiti hati rakyat apalagi di tengah kenaikan berbagai kebutuhan pokok, energi, dan rasio utang pemerintah yang meningkat dari tahun ke tahun.

"Cukup Partai Demokrat saja yang merasakan sakitnya pembiaran pada pembantunya yang melakukan begal politik, tapi jangan melakukan pembiaran pada pembantunya yang menyakiti rakyat," pungkas Kamhar.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AHY: Oposisi Harus Konstruktif,...
AHY: Oposisi Harus Konstruktif, Tidak Boleh Memecah Belah Bangsa
Demokrat Ajak Semua...
Demokrat Ajak Semua Elemen Bangsa Jaga Ruang Publik yang Kondusif dan Beradab
Rupiah dan IHSG Menguat,...
Rupiah dan IHSG Menguat, SBY: Ada Good News untuk Kita Semua
AHY Ingatkan Kader Demokrat...
AHY Ingatkan Kader Demokrat Hasilkan Kebijakan yang Berpihak kepada Rakyat
AHY Dukung Putusan MK...
AHY Dukung Putusan MK yang Pertegas Kuota 30 Persen Caleg Perempuan
Peristiwa Bersejarah...
Peristiwa Bersejarah 21 Mei 1998, Soeharto Berhenti dari Jabatan Presiden
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Profil Abelardo De La...
Profil Abelardo De La Espriella, Pengacara Berjam Tangan Mewah yang Jadi Presiden Baru Kolombia
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Rekomendasi
Sinopsis Microdrama...
Sinopsis Microdrama Fall Into Sweet Trap di V+Short, Nikah Kontrak Berujung Cinta
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
RPN dan BPDP Latih Keterampilan...
RPN dan BPDP Latih Keterampilan Panen Sawit Rakyat di Sumsel
Berita Terkini
Buku Sang Arsitek Presisi...
Buku Sang Arsitek Presisi Polri Ulas Kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit Prabowo
Dokter Tifa: Dakwaan...
Dokter Tifa: Dakwaan Jaksa Penuntut Umum Berisi Pasal Lemah
Dokter Tifa Mulai Disidang...
Dokter Tifa Mulai Disidang 2 Juli: Insya Allah Kami Siap
Gus Yaqut Sakit, KPK...
Gus Yaqut Sakit, KPK Bantarkan Penahanannya ke RS Polri Kramatjati
1 Lagi Calon Manajer...
1 Lagi Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal Dunia saat Latsarmil, Total 3 Orang
ASPEK Indonesia Dorong...
ASPEK Indonesia Dorong Reformasi Jaminan Sosial Jilid II
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved