Literasi Digital Penting agar Masyarakat Tidak Mudah Tertipu

Kamis, 14 April 2022 - 23:31 WIB
loading...
Literasi Digital Penting...
Seminar Literasi Digital dengan tema Literasi digital Menyikapi Fenomena Crazy Rich di Media Sosial, Rabu (13/4/2022). Foto/ist
A A A
JAKARTA - Literasi digital dinilai mendorong masyarakat bijak bermedia sosial agar tidak mudah tertipu. Literasi digital adalah bentuk upaya membangun kesadaran dalam bermedia sosial yang memiliki norma, nilai, dan hukum positif yang berdampak pada kehidupan nyata.

Direktur Jenderal (Dirjen) Aplikasi Informatika (Aptika) pada Kementerian Komunikasi dan Informatika ( Kominfo ) Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan seiring dengan meningkatnya penggunaan internet dari tahun ke tahun harus dibarengi dengan kewaspadaan masyarakat terhadap penipuan online, hoaks, cyber bullying, dan konten-konten negatif lainnya. Maka dengan adanya peningkatan penggunaan teknologi digital ini harus seimbang dengan kapasitas literasi digital yang memenuhi agar masyarakat dapat memanfaatkan teknologi digital secara bijak.

"Literasi media sosial merupakan bentuk upaya membangun kesadaran dalam bermedia sosial yang memiliki norma, nilai, dan hukum positif yang berdampak pada kehidupan nyata. Hal ini akan memengaruhi pembentukan pengetahuan kritis dalam mencerna konten dan unggahan di media sosial," katanya dalam Seminar Literasi Digital dengan tema “Literasi digital Menyikapi Fenomena Crazy Rich di Media Sosial”, Rabu (13/4/2022).

Baca juga: Pacar, Calon Mertua dan Adik Indra Kenz Terancam 5 Tahun Penjara



Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP GP NasDem sekaligus Ketua Bidang Hubungan Badan dan Sayap GP NasDem Ivanhoe Semen menuturkan, banyak masyarakat yang terdampak dalam bidang ekonomi maupun lainnya pada pandemi Covid-19. Sedangkan akhir-akhir ini dikenal sebuah istilah flexing atau tindakan memamerkan kekayaan di media sosial.

Dia menilai hal tersebut kontras dengan keadaan masyarakat yang sedang terdampak pandemi. Para Crazy Rich itu menunjukkan kepada masyarakat bahwa siapa saja dan dari kalangan manapun bisa menjadi seperti mereka secara instan.

“Dengan adanya diskusi ini maka diharapkan masyarakat tidak mudah tertipu hanya karena ingin mendapatkan sesuatu dengan cara instan,” ujarnya.

Ivan mengatakan bahwa literasi digital di era saat ini sangat diperlukan agar masyarakat memahami segala sesuatunya butuh proses, dan jangan mudah tertipu dengan proses instan. Sementara itu, Anggota Komisi I DPR Kresna Dewanata Phrosakh mengungkapkan tujuan utama dari flexing adalah pengakuan dari orang lain dan psikologis bahwa ada sebuah kepuasan di atas pengakuan tersebut.

“Mereka bukan crazy rich melainkan mereka menggunakan media sosial dengan sengaja, sistematis, dan strategis untuk merancang kesan berhasil dan kaya dengan mudah sebagai sebuah perangkap bagi publik yang tidak memiliki literasi kritis dalam bermedia sosial untuk memasuki skema penipuan yang sudah disiapkan mereka,” ungkapnya.

Dewa juga mengatakan bahwa saat ini Komisi I DPR dan Kominfo sedang merancang Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi yang bertujuan agar data-data pribadi masyarakat tidak disalahgunakan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab.

“Literasi digital memampukan kita merespons masalah flexing dan bragging ini dengan lebih kritis dan cerdas dengan pemaknaan berbasis pada kepentingan kita masing-masing,” tutur Dewa.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tumbuhkan Asa Jurnalis...
Tumbuhkan Asa Jurnalis Muda di Era Disruspi Digital, IJTI Gelar Konferensi Jurnalis Kampus se-Indonesia
Serangan ke Prabowo...
Serangan ke Prabowo di Medsos Tak Organik, Pengamat Curigai Pola yang Tidak Biasa
Pemerintah Perlu Menetralisir...
Pemerintah Perlu Menetralisir Narasi Negatif di Media Sosial
Waka BGN: Penipuan Jual...
Waka BGN: Penipuan Jual Beli SPPG Rugikan Korban hingga Rp1,9 Miliar
Waka BGN Irjen Pol Sony...
Waka BGN Irjen Pol Sony Sonjaya Ungkap Maraknya Penipuan Jual Beli SPPG di Daerah
Nurul Arifin Sebut Akun...
Nurul Arifin Sebut Akun Medsos Wajib Pakai Nomor HP Bisa Jadi Tameng Indonesia Lawan Kejahatan Siber
687 Orang Laporkan Dugaan...
687 Orang Laporkan Dugaan Penipuan Umrah Hanania Travel ke Polda Metro Jaya
Kasus Penipuan Hanania...
Kasus Penipuan Hanania Travel, Polda Metro Periksa 70 Saksi
Awkarin Mangkir dari...
Awkarin Mangkir dari Panggilan Polisi Terkait Kasus Hanania Travel, Ini Penjelasan Polisi
Rekomendasi
Pemprov Papua Selatan:...
Pemprov Papua Selatan: PSN Wanam Buka Lapangan Pekerjaan dan Tingkatkan Kesejahteraan
Lithuania Siap Luncurkan...
Lithuania Siap Luncurkan Mobil yang Bisa Berubah Jadi Robot
Dukung Program MBG,...
Dukung Program MBG, Wali Kota Tangsel: Gizi Anak Jadi Prioritas Pembangunan SDM
Berita Terkini
Kecam Ketimpangan Layanan...
Kecam Ketimpangan Layanan Dialisis, KPCDI Desak Pemerintah Benahi Sistem
Pengacara Jokowi: Ada...
Pengacara Jokowi: Ada Dugaan Manipulasi Bukti Elektronik dalam Kasus Ijazah Jokowi
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
GenIUS Expo 2026 Dorong...
GenIUS Expo 2026 Dorong Siswa Kembangkan Potensi Diri melalui Karya dan Inovasi
Kapolri: ASN Sipil Duduki...
Kapolri: ASN Sipil Duduki Jabatan di Polri Akan Diatur lewat PP atau Perpres
Kapolri Diminta Segera...
Kapolri Diminta Segera Lantik Kapolda Jabar, Kalbar, dan Sumbar
Infografis
5 Tips Packing Mudik...
5 Tips Packing Mudik Agar Koper Tak Kelebihan Muatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved