Politikus PAN Dorong Perempuan Tempati Posisi Strategis di Ruang Publik
Kamis, 14 April 2022 - 21:40 WIB
loading...
A
A
A
"Menteri BUMN sudah meneguhkan bahwa 25% kepemimpinan di BUMN itu harus perempuan, saat ini sekitar 15% perempuan berada di jajaran pimpinan, diharapkan bertahap meningkat dan di 2023 tercapai 25% jajaran Direksi perempuan di BUMN," jelasnya.
Menurut Intan, perempuan sering menjadi garda terdepan di berbagai sektor kegiatan, hal ini harus menjadi perhatian khusus perwakilan yang ada di parlemen untuk memperjuangkan eksistensi perempuan.
Meskipun ia merasa, bahwa terkadang kepemimpinan perempuan ini dipandang sinis bahwa perempuan mau setara atau perempuan mau melebihi laki-laki.
"Tentu kodrat sebagai perempuan harus tetap dijaga, tapi bagaimana peran perempuan yang memberikan manfaat yang sebesar-besarnya untuk rakyat harus diberi ruang melalui payung hukum serta program yang ditunjang anggaran," ungkap Ketua Umum Perempuan Amanat Nasional (PUAN) ini.
Lebih lanjut Bendahara PAN ini menambahkan, budaya patriaki masih menjadi benteng yang menghambat keadilan di ruang publik bagi perempuan. Dia tak ingin menegasikan peran laki-laki, tetapi fakta perjuangan perempuan di masyarakat terpapar jelas.
Contoh nyata kata Intan, adalah antrean minyak goreng di mana terlihat jelas ada kaum perempuan yang berada dalam antrean itu, baik Ibu rumah tangga maupun pelaku UMKM.
Menurut Intan, perempuan sering menjadi garda terdepan di berbagai sektor kegiatan, hal ini harus menjadi perhatian khusus perwakilan yang ada di parlemen untuk memperjuangkan eksistensi perempuan.
Meskipun ia merasa, bahwa terkadang kepemimpinan perempuan ini dipandang sinis bahwa perempuan mau setara atau perempuan mau melebihi laki-laki.
"Tentu kodrat sebagai perempuan harus tetap dijaga, tapi bagaimana peran perempuan yang memberikan manfaat yang sebesar-besarnya untuk rakyat harus diberi ruang melalui payung hukum serta program yang ditunjang anggaran," ungkap Ketua Umum Perempuan Amanat Nasional (PUAN) ini.
Lebih lanjut Bendahara PAN ini menambahkan, budaya patriaki masih menjadi benteng yang menghambat keadilan di ruang publik bagi perempuan. Dia tak ingin menegasikan peran laki-laki, tetapi fakta perjuangan perempuan di masyarakat terpapar jelas.
Contoh nyata kata Intan, adalah antrean minyak goreng di mana terlihat jelas ada kaum perempuan yang berada dalam antrean itu, baik Ibu rumah tangga maupun pelaku UMKM.
Lihat Juga :