Di Depan Forum Konstitusi, LaNyalla: Negara Harus Sejahterakan Rakyat Bukan Perkaya Oligarki
Senin, 11 April 2022 - 00:16 WIB
loading...
Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menegaskan Konstitusi harus tegas dan jelas berpihak kepada pemilik kedaulatan negara ini, yaitu rakyat. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menegaskan Konstitusi harus tegas dan jelas berpihak kepada pemilik kedaulatan negara ini, yaitu rakyat. Karena tujuan negara ini adalah welfare state yakni negara yang menyejahterakan rakyat.
Hal itu disampaikan LaNyalla saat menghadiri undangan dialog yang digagas para tokoh pejuang konstitusi dan penjaga Pancasila, di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (10/4/2022) malam.
“Negara ini lahir untuk menyejahterakan rakyat. Tapi faktanya arah perjalanan bangsa ini kita serahkan kepada partai politik, dan Ekonomi Indonesia berpihak kepada segelintir orang yang berkongsi dengan kekuasaan," kata LaNyalla.
Baca juga: Kunjungi Ketua DPD, Panglima TNI Dukung Aparat Tak Represif ke Mahasiswa
Menurutnya, hal itu terjadi karena amendemen konstitusi 1999-2002 yang membuat bangsa ini meninggalkan Pancasila sebagai falsafah dan wadah yang utuh untuk bangsa. "Tanpa bermaksud menyalahkan siapa pun, tetapi saya sudah sering sampaikan bahwa amendemen konstitusi 1999-2002 adalah kecelakaan konstitusi yang kemudian menjauhkan kita dengan watak dasar dan DNA Asli bangsa ini, yaitu Pancasila," tambahnya.
Hal itu disampaikan LaNyalla saat menghadiri undangan dialog yang digagas para tokoh pejuang konstitusi dan penjaga Pancasila, di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (10/4/2022) malam.
“Negara ini lahir untuk menyejahterakan rakyat. Tapi faktanya arah perjalanan bangsa ini kita serahkan kepada partai politik, dan Ekonomi Indonesia berpihak kepada segelintir orang yang berkongsi dengan kekuasaan," kata LaNyalla.
Baca juga: Kunjungi Ketua DPD, Panglima TNI Dukung Aparat Tak Represif ke Mahasiswa
Menurutnya, hal itu terjadi karena amendemen konstitusi 1999-2002 yang membuat bangsa ini meninggalkan Pancasila sebagai falsafah dan wadah yang utuh untuk bangsa. "Tanpa bermaksud menyalahkan siapa pun, tetapi saya sudah sering sampaikan bahwa amendemen konstitusi 1999-2002 adalah kecelakaan konstitusi yang kemudian menjauhkan kita dengan watak dasar dan DNA Asli bangsa ini, yaitu Pancasila," tambahnya.
Lihat Juga :