Menko Luhut Ingin Formula R5 IKA ITS Digunakan pada Lahan Food Estate Kalteng
Minggu, 10 April 2022 - 07:30 WIB
loading...
A
A
A
Sutopo menerangkan bahwa, dengan menggunakan R5, akar tanaman lebih dalam masuk ke tanah, dan lebih banyak jumlahnya, sehingga tahan terhadap terpaan angin. “Dengan menggunakan R5 juga meningkatkan produksi gabah daerah dan nasional dengan luas lahan yang sama, sehingga mendukung ketahanan pangan dan swasembada beras,” kata Sutopo sembari menjelaskan bahwa Teknologi R5 telah dipatenkan.
Menurut Sutopo, melalui special purpose vehicle (SPV) yang telah dibentuk, nantinya IKA ITS akan melibatkan BUMN dan BUMDesa, dalam pendirian pabrik penghasil R5, di Jawa Timur dan Jawa Barat, khususnya di sentra-sentra produksi pangan. “Langkah tersebut dalam rangka membangun industri dan scale up product, sehingga mampu menjadi bagian penting dari salah satu pilar pembangunan ekonomi berkelanjutan,” tuturnya.
Sutopo menjelaskan, IKA ITS sangat mengharapkan, langkah industrialisasi R5 tersebut, menjadi recuring income. “Recuring income akan kami kelola dan seluruhnya akan kami serahkan sebagai bagian dari pengembangan dana abadi ITS,” ucapnya.
Bupati Cellica pun menyambut baik penggunaan R5 di daerahnya. “Petani Karawang lama - kelamaan akan melirik Padi Ratun R5 jika sudah terbukti produktif dan laku di pasaran. Saya dengar dari peneliti R5, padi ini rendah karbohidrat. Nah, saya jadi penasaran ingin mencoba beras ini. Dan saya katanya boleh jadi endorser,” ujarnya bersemangat.
Bupati Cellica menerangkan, pertanian memang menjadi salah satu sektor utama perekomian di daerahnya. “Karawang salah satu lumbung padi nasional,” tuturnya. Karena itu, pemerintahananya sudah membuat aturan untuk mempertahankan minimal 87 ribu hektar lahan pertanian, tak boleh dialihfungsikan.
Menurut Sutopo, melalui special purpose vehicle (SPV) yang telah dibentuk, nantinya IKA ITS akan melibatkan BUMN dan BUMDesa, dalam pendirian pabrik penghasil R5, di Jawa Timur dan Jawa Barat, khususnya di sentra-sentra produksi pangan. “Langkah tersebut dalam rangka membangun industri dan scale up product, sehingga mampu menjadi bagian penting dari salah satu pilar pembangunan ekonomi berkelanjutan,” tuturnya.
Sutopo menjelaskan, IKA ITS sangat mengharapkan, langkah industrialisasi R5 tersebut, menjadi recuring income. “Recuring income akan kami kelola dan seluruhnya akan kami serahkan sebagai bagian dari pengembangan dana abadi ITS,” ucapnya.
Bupati Cellica pun menyambut baik penggunaan R5 di daerahnya. “Petani Karawang lama - kelamaan akan melirik Padi Ratun R5 jika sudah terbukti produktif dan laku di pasaran. Saya dengar dari peneliti R5, padi ini rendah karbohidrat. Nah, saya jadi penasaran ingin mencoba beras ini. Dan saya katanya boleh jadi endorser,” ujarnya bersemangat.
Bupati Cellica menerangkan, pertanian memang menjadi salah satu sektor utama perekomian di daerahnya. “Karawang salah satu lumbung padi nasional,” tuturnya. Karena itu, pemerintahananya sudah membuat aturan untuk mempertahankan minimal 87 ribu hektar lahan pertanian, tak boleh dialihfungsikan.
Lihat Juga :