Amien Rais Ingatkan Jokowi dan Luhut: Jangan Sampai Jadi Musuh Nomor 1 Masyarakat

Minggu, 10 April 2022 - 04:31 WIB
loading...
Amien Rais Ingatkan Jokowi dan Luhut: Jangan Sampai Jadi Musuh Nomor 1 Masyarakat
Ketua Majelis Syuro Partai Ummat, Amien Rais mengingatkan kepada Presiden Jokowi dan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan agar jangan sampai menjadi musuh nomor satu rakyat Indonesia. Foto/Tangkapan Layar YouTube Amien Rais
A A A
JAKARTA - Ketua Majelis Syuro Partai Ummat, Amien Rais mengingatkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan agar jangan sampai menjadi musuh nomor satu rakyat Indonesia. Amien meminta kepada keduanya agar jangan mengacak-acak konstitusi negara.

"Jadi saya mengharap, jangan sampai duet kedua tokoh kita ini menjadi musuh nomor satu dari masyarakat Indonesia," ujar Amien melalui akun YouTube miliknya, Sabtu (9/4/2022). Baca juga: Zulhas Minta Kader PAN Tetap Hormati Amien Rais dan Din Syamsuddin

Mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) tersebut mengajak kepada seluruh masyarakat Indonesia agar tetap memegang teguh amanat konstitusi negara. Pesan itu juga ditujukan Amien Rais kepada Presiden Jokowi dan Menko Luhut Pandjaitan.

"Tentu saya imbau kepada duet Jokowi-Luhut dan juga tentu saya imbau saya minta perhatian para Anggota DPR RI dan DPD RI jangan sampai kita menginjak-injak atau mengacak-acak konstitusi bangsa dan negara Indonesia yang kita cintai bersama," ungkapnya.

Amien menjelaskan bahwa konstitusi yang ada saat ini tercipta tanpa sembarangan. Kata Amien, amandemen konstitusi yang saat ini masih berlaku di Indonesia dikerjakan dengan hati-hati dan mempertimbangkan segala macam implikasinya.

"Jangan pernah kita menjadi bangsa seperti bangsa yang, maaf, bodoh sampai merusak aksara, dan jiwa atau amanah konstitusi," beber Amien. Baca juga: Keras! Amien Rais Sikat Isu Jokowi 3 Periode: Abal-abal dan Tak Berbobot

"Jadi Pasal 7 konstitusi kita menyatakan dengan jelas dan tidak berwahyu arti, tidak berganda arti, yakni Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatan selama lima tahun dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama hanya untuk satu kali masa jabatan," imbuhnya.
(kri)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1707 seconds (11.210#12.26)