Mengelola Komunikasi Publik Jadi Pekerjaan Rumah Pemerintah
Senin, 12 Mei 2025 - 18:59 WIB
loading...
Diskusi Publik bertema Komunikasi Merah Putih yang digelar dalam rangka Dies Natalis ke-64 Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), di Jakarta, Minggu (11/5/2025). Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Pendiri Drone Emprit Ismail Fahmi menilai pekerjaan rumah pemerintah adalah mengelola komunikasi publik . Ia menyoroti kasus vaksinasi TBC yang informasi resmi dari pemerintah kerap tenggelam oleh derasnya narasi negatif di media sosial.
Hal itu disampaikannya dalam Diskusi Publik bertema “Komunikasi Merah Putih” yang digelar dalam rangka Dies Natalis ke-64 Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), di Jakarta, Minggu (11/5/2025).
"Klarifikasi yang disampaikan pemerintah sering kalah cepat dan kalah gaung dibandingkan misinformasi yang disebarkan kelompok oposisi dan akun-akun antivaksin. Narasi negatif itulah yang kemudian lebih mendominasi percakapan publik dan membentuk opini yang keliru di masyarakat," kata Ismail Fahmi.
Baca juga: Akui Komunikasi Pemerintah Belum Baik, Prabowo: Tanggung Jawab Saya
Ismail Fahmi menyampaikan munculnya isu vaksin TBC langsung direspons negatif oleh publik. "Narasinya Indonesia jadi kelinci percobaan, bahkan dihubungkan dengan kasus di India yang katanya 47 ribu anak lumpuh setelah vaksinasi,” ujar Ismail dalam presentasinya.
Hal itu disampaikannya dalam Diskusi Publik bertema “Komunikasi Merah Putih” yang digelar dalam rangka Dies Natalis ke-64 Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), di Jakarta, Minggu (11/5/2025).
"Klarifikasi yang disampaikan pemerintah sering kalah cepat dan kalah gaung dibandingkan misinformasi yang disebarkan kelompok oposisi dan akun-akun antivaksin. Narasi negatif itulah yang kemudian lebih mendominasi percakapan publik dan membentuk opini yang keliru di masyarakat," kata Ismail Fahmi.
Baca juga: Akui Komunikasi Pemerintah Belum Baik, Prabowo: Tanggung Jawab Saya
Ismail Fahmi menyampaikan munculnya isu vaksin TBC langsung direspons negatif oleh publik. "Narasinya Indonesia jadi kelinci percobaan, bahkan dihubungkan dengan kasus di India yang katanya 47 ribu anak lumpuh setelah vaksinasi,” ujar Ismail dalam presentasinya.
Lihat Juga :