Kagama Bantu UMKM Masuk dalam Ekosistem Digital Commerce Indonesia
Sabtu, 09 April 2022 - 23:29 WIB
loading...
A
A
A
Ini berarti baru 28% UMKM Indonesia yang sudah bisa masuk ke pasar online dan mencicipi manisnya pertumbuhan ekonomi digital yang tahun lalu total transaksinya mencapai Rp403 triliun atau tumbuh sekitar 51% dibanding 2020 berdasarkan data yang dirilis BI (2021).
Narasumber lain, CEO Goklik Fiter Bagus Cahyono mengatakan bahwa UMKM Indonesia harus menjadi tuan rumah di tengah manisnya pasar ekonomi digital Indonesia saat ini dan beberapa tahun ke depan. Menurutnya, masyarakat Indonesia saat ini telah merasa nyaman dan terbiasa membeli barang kebutuhannya secara online. Karena para pelaku UMKM tidak perlu lagi memikirkan edukasi pasar online.
"Mereka (pembeli) sudah sangat siap untuk berbelanja secara online," katanya.
Namun ironisnya mayoritas barang yang tersedia di e-commerce Indonesia sebagian besar masih impor. Hal itu, kata Fiter, menjadi salah satu motivasi Goklik sebagai platform karya anak Bangsa untuk bisa menyediakan alternatif saluran penjualan dengan pengalaman pembeli sekelas e-commerce bagi UMKM Indonesia untuk bisa menjual produk dan jasanya secara langsung (direct selling).
"Para pelaku UMKM hanya perlu memanfaatkan Omni Channel tanpa harus bersaing terus di kolam yang sudah terlanjur riuh dengan produk impor, sambil secara pararel membenahhi diri elalui peningkatan kualitas produk dan jasanya," kata Fiter.
Ketua Kagama Bantuan Hukum Romulo Silaen mengatakan aspek legalitas usaha bagi UMKM sangatlah penting dalam membangun sebuah usaha. Hal tersebut harus dipikirkan secara serius dan dimulai pelaku UMKKM sejak dini bila ingin usahanya maju berkembang di masa datang.
Narasumber lain, CEO Goklik Fiter Bagus Cahyono mengatakan bahwa UMKM Indonesia harus menjadi tuan rumah di tengah manisnya pasar ekonomi digital Indonesia saat ini dan beberapa tahun ke depan. Menurutnya, masyarakat Indonesia saat ini telah merasa nyaman dan terbiasa membeli barang kebutuhannya secara online. Karena para pelaku UMKM tidak perlu lagi memikirkan edukasi pasar online.
"Mereka (pembeli) sudah sangat siap untuk berbelanja secara online," katanya.
Namun ironisnya mayoritas barang yang tersedia di e-commerce Indonesia sebagian besar masih impor. Hal itu, kata Fiter, menjadi salah satu motivasi Goklik sebagai platform karya anak Bangsa untuk bisa menyediakan alternatif saluran penjualan dengan pengalaman pembeli sekelas e-commerce bagi UMKM Indonesia untuk bisa menjual produk dan jasanya secara langsung (direct selling).
"Para pelaku UMKM hanya perlu memanfaatkan Omni Channel tanpa harus bersaing terus di kolam yang sudah terlanjur riuh dengan produk impor, sambil secara pararel membenahhi diri elalui peningkatan kualitas produk dan jasanya," kata Fiter.
Ketua Kagama Bantuan Hukum Romulo Silaen mengatakan aspek legalitas usaha bagi UMKM sangatlah penting dalam membangun sebuah usaha. Hal tersebut harus dipikirkan secara serius dan dimulai pelaku UMKKM sejak dini bila ingin usahanya maju berkembang di masa datang.
Lihat Juga :