5 Menit Panggilan Soeharto yang Bikin Prabowo Sadar Sebelum Perang ke Timor Timur

Kamis, 07 April 2022 - 17:17 WIB
loading...
5 Menit Panggilan Soeharto...
Prabowo Subianto memiliki segudang pengalaman di bidang militer. Dia pernah dipanggil Presiden Soeharto sebelum berangkat ke Timor Timur. FOTO/IST
A A A
JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto memiliki segudang pengalaman di bidang militer. Salah satu tugas yang membuat namanya berkibar adalah ketika diterjunkan ke Timor Timur untuk terlibat dalam Operasi Seroja.

Prabowo yang merupakan anak dari begawan ekonomi, Soemitro Djojohadikoesoemo, memang lebih dekat dengan dunia militer sejak muda. Selepas sekolah menengah di luar negeri, ia memilih masuk ke Akademi Militer. Lulus dari pendidikan Lembah Tidar, Magelang, Jawa Tengah pada 1974, Prabowo masuk kecabangan infanteri Korps Baret Merah. Selanjutnya ia menjalani karir di pasukan tempur Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dan Kostrad.

Setahun Prabowo lulus dari Akmil, militer Indonesia menggelar Operasi Seroja di Timor Timur untuk memberantas gerakan separatisme. Prabowo yang masih seorang perwira muda ikut diterjunkan dalam operasi memburu gerombolan Fretilin.



Lama setelah Operasi Seroja, pada 1985 Prabowo yang telah menjabat sebagai Komandan Batalyon 328/Kostrad harus kembali ke Timor Timur. Sebelum berangkat, dia dipanggil oleh Presiden Soeharto di kediamannya Jalan Cendana, Jakarta Pusat. Prabowo lalu menceritakan soal panggilan Presiden Soeharto kepada pasukannya.

Mendengar hal itu, para prajurit senang bukan kepalang. Mereka yakin Presiden Soeharto akan memberikan sangu sebagai dana tambahan untuk logistik selama di Timor Timur.

"Saya sampai di Cendana sebelum pukul 20.30 WIB. Setelah menerima tamu, beliau bertanya apakah benar saya besok akan berangkat pergi menjalankan operasi. Saya pun membenarkan," kata Prabowo dikutip dari biografinya bertajuk 'Kepemimpinan Militer: Catatan dari Pengalaman Letjen TNI (Purn) Prabowo Subianto', Kamis (7/4/2022).

Tanpa panjang lebar, Presiden Soeharto lalu menyampaikan pesan kepada Prabowo. "Saya hanya titip tiga hal kepada kamu, Bowo. Ojo lali, ojo dumeh, ojo ngoyo. Paham, mengerti," kata Soeharto yang ditirukan Prabowo.

Baca juga: Nekat Lamar Adik Ibu Tien, Danjen Kopassus Ini Diselamatkan Soeharto dari Rasa Malu

Sepulang dari Cendana, para prajurit telah menunggunya di Cilodong, Depok. Mereka ingin mendengar cerita apa yang disampaikan Presiden Soeharto kepada sang komandan. Dan apakah benar bayangan mereka bahwa presiden memberikan uang saku lebih kepada Prabowo.

Prabowo menceritakan pertemuan dengan Presiden Soeharto hanya berlangsung lima menit. Tidak ada bekal uang yang diberikan, tapi hanya tiga ucapan: ojo lali, ojo dumeh, ojo ngoyo.

Prabowo mengaku awalnya juga kaget karena hanya diberi pesan. Namun dalam perjalanan pulang dari Cendana, ia terus merenungkan pesan itu. Akhirnya Prabowo sadar bahwa itu bukan pesan biasa. Pesan itu mempunyai makna yang dalam.

Pesan itu tak ubahnya 'ucapan sakti' yang keluar dari Panglima Tertinggi. Pak Harto adalah jenderal perang yang sarat pengalaman tempur. "Ojo lali berarti jangan lupa terhadap semua pelajaran yang engkau terima. Pelajaran dari orang tua, agama, sekolah sampai pelajaran militer," ucapnya.

Prabowo melanjutkan, ojo dumeh berarti jangan sombong. Orang yang sombong biasanya meremehkan musuh sehingga lengah. Orang yang sombong juga biasanya tidak teliti, karena overconfident. Adapun ucapan sakti ketiga, ojo ngoyo berarti jangan memaksakan diri.

"Jangan memaksakan anak buah. Ada kemampuan, tapi ada juga batas kemampuan. Kita tidak boleh bernafsu," kata mantan Danjen Kopassus ini.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Sebut Indonesia-Jerman...
Prabowo Sebut Indonesia-Jerman Sepakat Konflik Harus Diselesaikan lewat Perundingan
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
5 Peristiwa Politik...
5 Peristiwa Politik Pekan Ini: Said Iqbal Jadi Penasihat Presiden, Prabowo Terima JK, hingga Mahasiswa Turun ke Jalan
UNCLOS 82, Strategi...
UNCLOS 82, Strategi Sea Denial Melawan AT Mahan
Nanik S Deyang Merapat...
Nanik S Deyang Merapat ke Istana, Mau Lapor Efisiensi Anggaran MBG
Prabowo Bakal Bertemu...
Prabowo Bakal Bertemu JK
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
Dasco Ungkap Tujuan...
Dasco Ungkap Tujuan Prabowo Panggil Chatib Basri-Luhut ke Istana
Setelah Chatib Basri,...
Setelah Chatib Basri, Menkes Merapat ke Istana Temui Prabowo
Rekomendasi
FIA UI Gelar Pengabdian...
FIA UI Gelar Pengabdian Masyarakat untuk Lansia di Sijuk Belitung
IHSG Hari Ini Berakhir...
IHSG Hari Ini Berakhir Meroket 4,12% Tembus Level 6.254
15 Mahasiswa Diterima...
15 Mahasiswa Diterima di Istana Wapres Gibran usai Demo di Jalan Medan Merdeka
Berita Terkini
Fuad Hasan Absen karena...
Fuad Hasan Absen karena Kondisi Kesehatan, KPK Minta Bukti
Prabowo Ungkap Indonesia...
Prabowo Ungkap Indonesia Ingin Perluas Peluang WNI Kerja di Jerman
Tanggapi Aksi Mahasiswa,...
Tanggapi Aksi Mahasiswa, Eksponen 98 Nilai Pemerintah Sedang Jalankan Amanat Reformasi
Bos Maktour Mengaku...
Bos Maktour Mengaku Kelelahan, Kembali Absen dari Pemeriksaan KPK
Jokowi Bakal Masuk PSI,...
Jokowi Bakal Masuk PSI, Deddy Sitorus PDIP: Terus Terang Kami Tidak Takut
Bertemu Prabowo, Presiden...
Bertemu Prabowo, Presiden Jerman Singgung Deklarasi Jakarta Tahun 2012
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved