Kepala PPATK Ungkap Dalang Investasi Bodong Berada di Dalam dan Luar Negeri
Selasa, 05 April 2022 - 17:49 WIB
loading...
A
A
A
"Jadi per hari tuh PPATK bisa, ini dalam satu hari saja PPATK, kemarin dalam satu hari saja laporan meningkat sekitar Rp20 triliunan. Dari sebelumnya cuma Rp7 triliun, tiba-tiba menjadi Rp35 triliun temuan dari PPATK dan kita masih menunggu, tidak mengharapkan, tapi masih meminta kepada penyedia jasa keuangan untuk terus melaporkan kepada PPATK dan upaya preventif agar segera bisa dilakukan," katanya.
Sebelumnya, Anggota Komisi III DPR Fraksi Partai Golkar Adde Rosi meminta PPATK untuk mengungkapkan bos besar di balik aliran dana terkait investasi bodong binary option. Awalnya, dia menyinggung pernyataan Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni yang menyebut sosok big boss investasi bodong merupakan WNI dan kini berada di luar negeri.
Baca juga: PPATK Bekukan Aset Kripto Indra Kenz Senilai Rp38 Miliar
"Beberapa saat lalu, Bapak Ahmad Sahroni di TV swasta mengatakan bahwa soal investasi bodong ini ada big boss-nya, katanya ada big boss-nya. Kemudian yang mengendalikan orang Indonesia yang posisinya ada di luar negeri," kata Adde.
Atas dasar itu, Adde mendorong Kepala PPATK menjelaskan dan membuka fakta itu ke publik terkait dengan apa yang telah disampaikan oleh Ahmad Sahroni. "Kalau memang betul, siapa orangnya? Kalau bisa disampaikan ya sampaikan, kalau bisa dieksekusi, kembali kepada masyarakat agar tidak terbodohi investasi ilegal," tanya Adde dalam sesi tanya jawab dengan Kepala PPATK.
Sebelumnya, Anggota Komisi III DPR Fraksi Partai Golkar Adde Rosi meminta PPATK untuk mengungkapkan bos besar di balik aliran dana terkait investasi bodong binary option. Awalnya, dia menyinggung pernyataan Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni yang menyebut sosok big boss investasi bodong merupakan WNI dan kini berada di luar negeri.
Baca juga: PPATK Bekukan Aset Kripto Indra Kenz Senilai Rp38 Miliar
"Beberapa saat lalu, Bapak Ahmad Sahroni di TV swasta mengatakan bahwa soal investasi bodong ini ada big boss-nya, katanya ada big boss-nya. Kemudian yang mengendalikan orang Indonesia yang posisinya ada di luar negeri," kata Adde.
Atas dasar itu, Adde mendorong Kepala PPATK menjelaskan dan membuka fakta itu ke publik terkait dengan apa yang telah disampaikan oleh Ahmad Sahroni. "Kalau memang betul, siapa orangnya? Kalau bisa disampaikan ya sampaikan, kalau bisa dieksekusi, kembali kepada masyarakat agar tidak terbodohi investasi ilegal," tanya Adde dalam sesi tanya jawab dengan Kepala PPATK.
(abd)
Lihat Juga :