Akselerasi Vaksin Booster demi Kesehatan Masyarakat

Selasa, 05 April 2022 - 14:02 WIB
loading...
A A A
Pemerintah dalam akselerasi vaksinasi booster dalam beberapa bulan terakhir memang cukup efektif karena melibatkan sejumlah instansi baik negeri maupun swasta. Misalnya kementerian atau lembaga, TNI/Polri, intansi swasta, lembaga pendidikan, pemerintah daerah, sampai ormas seperti PBNU dan Muhammadiyah.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Letjen TNI Suharyanto dalam beberapa kesempatan juga selalu menegaskan jika syarat mudik harus booster bukan untuk membatasi jumlah pemudik. Hal tersebut dilakukan agar pemudik lebih aman selama perjalanan dan tidak terjadi penularan yang signifikan pascalebaran.

Bahkan, guna memenuhi kebutuhan booster selama perjalanan mudik, Kemenkes dan Kementerian Perhubungan menyediakan posko vaksinasi Covid-19. Nantinya, posko-posko tersebut berlokasi di bandara, pelabuhan, terminal dan stasiun kereta api, agar para pemudik bisa mendapatkan vaksinasi booster dengan mudah.

Langkah ini dinilai efektif dan efisien karena pemudik yang belum sempat vaksinasi ketiga, bisa mendapatkan vaksin di sejumlah titik tanpa repot-repot harus mencari di luar jalur mudik. Jika kebijakan ini sukses, maka pelonggaran kebijakan mudik Lebaran tidak akan menimbulkan gelombang kasus Covid-19 baru di kemudian hari, sekaligus bisa melindungi seluruh masyarakat, terutama kelompok lanjut usia.

Bahkan, Polri juga siap menyukseskan program pemerintah dengan mendirikan pos pengamanan dan pos pelayanan di sejumlah titik saat momentum perayaan Idul Fitri 1443 Hijriah. Pos pengamanan dan pelayanan itu dilakukan untuk memastikan setiap orang yang mudik sudah menerima vaksin booster atau vaksin Covid-19 tahap ketiga.

Masyarakat juga diharapkan tetap disiplin menjaga protokol kesehatan meskipun telah mendapatkan vaksin booster. Vaksinasi booster dan protokol kesehatan merupakan dua kunci yang tak bisa dipisahkan. Potensi lonjakan kasus Covid-19 masih tetap ada jika vaksin booster tidak dibarengi dengan disiplin protokol kesehatan saat perjalanan mudik.

Makanya, vaksinasi booster dan protokol kesehatan ibarat dua sisi mata uang yang tak bisa dipisahkan. Masyarakat juga diharapkan tidak selalu mempertentangkan alasan mengapa harus melakukan vaksin jika memakai masker efektif atau mengapa harus memakai masker jika vaksin terbukti ampuh.

Perlu ditegaskan lagi bahwa vaksinasi dan protokol kesehatan 3M memiliki fungsi yang berbeda. Ketika seseorang tertular Covid-19, vaksin terbukti secara ilmiah membentuk kekebalan komunitas yang dapat melindungi penderita dari gejala yang parah, risiko perawatan di rumah sakit bahkan risiko kematian. Namun, potensi penularan masih tetap ada.

Penularan dapat dicegah dengan menghindari paparan virus, yaitu menerapkan disiplin memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Harapannya agar masyarakat bisa memahami bahwa vaksin maupun protokol kesehatan 3M tidak akan berfungsi optimal jika tidak dilakukan dengan benar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Revisi UU Polri: Batas...
Revisi UU Polri: Batas Usia dan Syarat Anggota Kompolnas Diusulkan Lebih Fleksibel
Akademisi Dilaporkan...
Akademisi Dilaporkan ke Polisi, Pengacara Ubedilah Badrun: Kenapa Tidak Adu Data Saja?
Ketum Peradi Profesional:...
Ketum Peradi Profesional: Berhenti Jadikan Algoritma sebagai Entitas yang Kebal Hukum
Pengamat dan Akademisi...
Pengamat dan Akademisi Dilaporkan ke Polisi, Pigai Duga Ada Skenario Memojokkan Pemerintah
JK Sampaikan Rekomendasi...
JK Sampaikan Rekomendasi Aktivis hingga Akademisi Terkait Kebijakan Pemerintah ke Prabowo
Bahas Kode Etik Perilaku...
Bahas Kode Etik Perilaku di Laut China Selatan, Akademisi Tekankan Pentingnya Sentralitas ASEAN dan UNCLOS
NHM Dorong Pembelajaran...
NHM Dorong Pembelajaran Berbasis Lapangan dalam Study Club SEG UNPAD SC
Akademisi: Penyampaian...
Akademisi: Penyampaian Fakta soal Papua Harus Berimbang dan Disertai Solusi
Akademisi Dorong Kinerja...
Akademisi Dorong Kinerja Satgas Rajawali V di Papua Dievaluasi
Rekomendasi
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
Pulisic Absen, Amerika...
Pulisic Absen, Amerika Serikat Bungkam Australia 2-0 di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Ubedilah Badrun Sebut...
Ubedilah Badrun Sebut Gerakan Mahasiswa Murni, Tidak Ditunggangi Kepentingan Politis
Mantan Wakapolri: Polisi...
Mantan Wakapolri: Polisi yang Bawa Dokter Tifa ke RS Polri Pernah Dampingi Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Temui Jokowi
PPM sebagai Solusi Ketahanan...
PPM sebagai Solusi Ketahanan Nasional di Bawah Naungan Bacadnas
Di Hadapan Pimpinan...
Di Hadapan Pimpinan DPR, Mahasiswa Minta Pemerintah Tak Mainkan Isu Perut Rakyat
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat Inap Atas Rekomendasi Dokter
UU Polri Baru Akomodasi...
UU Polri Baru Akomodasi Penyetaraan Hak dan Humanis Tangani Unjuk Rasa
Infografis
Jadi Buah Terbaik di...
Jadi Buah Terbaik di Asia Tenggara, Ini 7 Manfaat Manggis untuk Kesehatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved