Wacana e-Voting Pemilu 2024, Komisi II DPR: Perlu Dikaji, Rawan Praktik Manipulasi
Selasa, 05 April 2022 - 11:06 WIB
loading...
Ketua Komisi II DPR Ahmad Doli Kurnia Tandjung menyebut wacana penerapan pemungutan suara secara elektronik (e-Voting) pada Pemilu 2024 perlu kajian matang. FOTO/DOK.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Ketua Komisi II DPR Ahmad Doli Kurnia Tandjung menyebut wacana penerapan pemungutan suara secara elektronik ( e-Voting ) pada Pemilu 2024 perlu kajian matang. Jika tak siap, maka penerapan e-voting justru akan membawa dampak buruk dalam pesta demokrasi.
"Ini yang sebetulnya harus kita kaji bersama-sama. Kalau e-voting menurut saya kita harus hati-hati betul karena juga di beberapa negara berkembang, e-voting ini juga sudah mulai terkoreksi karena juga rawan praktik manipulasi karena banyaknya hacker dan sebagainya," kata Doli di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (5/4/2022).
Dibanding harus fokus terhadap wacana penerapan e-Voting, Doli berpandangan bahwa lebih baik melakukan evaluasi terhadap sejumlah tahapan yang dilakukan secara elektronik. Dia pun menyinggung penerapan e-Recap atau rekapitulasi suara secara elektronik.
"Mungkin e-recap itu yang perlu kita sekarang evaluasi apa kekurangannya, mungkin itu dulu yang bisa kita lakukan atau tahapan yang bisa kita lakukann menggunakan sistem elektronisasi atau ada tahapan yang lain sebelum kita membahas secara detail tentang e-voting," ujarnya.
"Ini yang sebetulnya harus kita kaji bersama-sama. Kalau e-voting menurut saya kita harus hati-hati betul karena juga di beberapa negara berkembang, e-voting ini juga sudah mulai terkoreksi karena juga rawan praktik manipulasi karena banyaknya hacker dan sebagainya," kata Doli di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (5/4/2022).
Dibanding harus fokus terhadap wacana penerapan e-Voting, Doli berpandangan bahwa lebih baik melakukan evaluasi terhadap sejumlah tahapan yang dilakukan secara elektronik. Dia pun menyinggung penerapan e-Recap atau rekapitulasi suara secara elektronik.
"Mungkin e-recap itu yang perlu kita sekarang evaluasi apa kekurangannya, mungkin itu dulu yang bisa kita lakukan atau tahapan yang bisa kita lakukann menggunakan sistem elektronisasi atau ada tahapan yang lain sebelum kita membahas secara detail tentang e-voting," ujarnya.
Lihat Juga :