Pengamat: Partai Perindo Konsisten Dorong Milenial Menjadi Generasi Penggerak Politics of Hopes
Senin, 04 April 2022 - 12:44 WIB
loading...
Pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura Surokim Abdus Salam menilai Partai Perindo membumikan politik lebih familiar, akrab, dan ramah untuk generasi milenial. FOTO/MNC MEDIA
A
A
A
JAKARTA - Partai Persatuan Indonesia ( Perindo ) semakin gencar melakukan berbagai program kegiatan yang kian akrab dengan anak muda . Komitmen Partai Perindo ini tentunya akan semakin mendorong generasi muda menjadi apolitik dan tidak menjadi apatis.
"Partai Perindo membumikan politik lebih familiar, akrab, dan ramah untuk generasi milenial. Partai Perindo juga konsisten mendorong generasi milenial menjadi generasi apolitik dan menjadi penggerak politics of hopes," kata pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura Surokim Abdus Salam, Senin (4/4/2022).
Menurutnya, sejauh ini pandangan generasi milenial terhadap politik masih minor dan tone-nya negatif. Hal ini yang membuat pemilih generasi milenial cenderung menghindari politik dan selalu kritis terhadap politik praktis.
"Tak heran jika pemilih dari generasi ini sulit menjadi pemilih loyal dan permanen," ungkap Peneliti Senior Surabaya Survey Center (SSC) ini.
Kendati demikian, harus diakui di balik itu semua generasi milenial masih memiliki harapan bahwa politik bisa menjadi baik dan bersih serta membuat mereka tidak apatis untuk ikut terlibat dalam politik praktis. Pasalnya, generasi penerus bangsa memiliki cara khas dan unik untuk memperbaiki politik melalui aktivasi netizen penggerak.
"Partai Perindo harus memberi penguatan untuk isu ini secara berkelanjutan karena generasi muda di balik pasifnya memiliki ekspektasi tinggi terhadap politik. Mereka tetap mendambakan politik bersih, gerak cepat dan tidak ribet serta simple," ungkap Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIP) Universitas Trunojoyo Madura tersebut.
"Partai Perindo membumikan politik lebih familiar, akrab, dan ramah untuk generasi milenial. Partai Perindo juga konsisten mendorong generasi milenial menjadi generasi apolitik dan menjadi penggerak politics of hopes," kata pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura Surokim Abdus Salam, Senin (4/4/2022).
Menurutnya, sejauh ini pandangan generasi milenial terhadap politik masih minor dan tone-nya negatif. Hal ini yang membuat pemilih generasi milenial cenderung menghindari politik dan selalu kritis terhadap politik praktis.
"Tak heran jika pemilih dari generasi ini sulit menjadi pemilih loyal dan permanen," ungkap Peneliti Senior Surabaya Survey Center (SSC) ini.
Kendati demikian, harus diakui di balik itu semua generasi milenial masih memiliki harapan bahwa politik bisa menjadi baik dan bersih serta membuat mereka tidak apatis untuk ikut terlibat dalam politik praktis. Pasalnya, generasi penerus bangsa memiliki cara khas dan unik untuk memperbaiki politik melalui aktivasi netizen penggerak.
"Partai Perindo harus memberi penguatan untuk isu ini secara berkelanjutan karena generasi muda di balik pasifnya memiliki ekspektasi tinggi terhadap politik. Mereka tetap mendambakan politik bersih, gerak cepat dan tidak ribet serta simple," ungkap Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIP) Universitas Trunojoyo Madura tersebut.
Lihat Juga :