SBY: Allah Mencintai Orang-orang yang Bersabar
Jum'at, 24 April 2020 - 16:15 WIB
loading...
Presiden keenam Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Presiden keenam Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengajak untuk mengisi Ramadhan dengan bertafakur atau berkontemplasi tentang hidup yang telah dijalani.
Terlebih, menurut SBY, ujian yang dihadapi pada bulan Ramadhan tahun ini semakin berat, yakni menjalankan ibadah puasa di tengah wabah virus Corona.
"Namun, marilah kita yakini bahwa sebagai umat hamba Allah yang beriman, segala sesuatu yang terjadi di dunia ini pasti atas kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa. Karenanya, marilah dengan tabah dan sabar kita jalani cobaan Allah di bulan yang penuh rahmat dan ampunan ini," kata SBY di laman akun Facebooknya, Jumat (24/4/2020).
SBY juga mengajak kepada semua pihak untuk bersabar dalam menjalani ibadah puasa yang harus disesuaikan dengan protokol Covid-19.
"Allah Mencintai orang-orang yang bersabar. Kita harus sabar, karena barangkali aturan, kelaziman dan bahkan "kekhusyukan" kita dalam menjalankan ibadah puasa di tahun ini, harus "disesuaikan" dengan protokol Covid-19 yang berlaku," tutur Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat ini. (Baca juga: Soal Beda Mudik dan Pulang Kampung, PKS: Sama-sama Berisiko Bawa Virus )
Terlebih, menurut SBY, ujian yang dihadapi pada bulan Ramadhan tahun ini semakin berat, yakni menjalankan ibadah puasa di tengah wabah virus Corona.
"Namun, marilah kita yakini bahwa sebagai umat hamba Allah yang beriman, segala sesuatu yang terjadi di dunia ini pasti atas kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa. Karenanya, marilah dengan tabah dan sabar kita jalani cobaan Allah di bulan yang penuh rahmat dan ampunan ini," kata SBY di laman akun Facebooknya, Jumat (24/4/2020).
SBY juga mengajak kepada semua pihak untuk bersabar dalam menjalani ibadah puasa yang harus disesuaikan dengan protokol Covid-19.
"Allah Mencintai orang-orang yang bersabar. Kita harus sabar, karena barangkali aturan, kelaziman dan bahkan "kekhusyukan" kita dalam menjalankan ibadah puasa di tahun ini, harus "disesuaikan" dengan protokol Covid-19 yang berlaku," tutur Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat ini. (Baca juga: Soal Beda Mudik dan Pulang Kampung, PKS: Sama-sama Berisiko Bawa Virus )
Lihat Juga :