Kekerasan KKB Papua Dinilai Upaya Mensabotase Pembangunan Infrastruktur
Rabu, 30 Maret 2022 - 22:36 WIB
loading...
Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional–Pemuda Adat Papua (DPN-PAP) Jan Christian Arebo dalam Webinar Violence and Sabotage of Infrastructure Development in Papua, Rabu (30/3/2022). Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Dewan Pimpinan Nasional-Pemuda Adat Papua (DPN-PAP) mengecam aksi penyerangan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terhadap TNI, Polri dan warga sipil. Termasuk penembakan terhadap pekerja yang menewaskan delapan karyawan PT Palapa Timur Telematika (PTT) di Beoga, Kabupaten Puncak, Papua pada awal Maret 2022.
Teror penembakan ini semakin menegaskan kelompok KKB yaitu TPNPB dan OPM berupaya menghalangi upaya pembangunan dan menghadirkan ketakutan di tengah masyarakat Papua. Tindakan biadab dan keji yang dilakukan Kelompok Teroris Papua (KST) inipun mendapat banyak kecaman dari berbagai pihak. Baca juga: Melawan Saat Ditangkap, Satgas Damai Cartenz Tembak Mati KKB Pimpinan Ndeotadi Toni Tabuni
Ketua Umum DPN-PAP Jan Christian Arebo mengutuk tindakan yang tidak manusiawi yang dilakukan oleh TPNPB tersebut. “Penembakan yang dilakukan KKB ini sudah dikategorikan sebagai pelanggaran HAM sehingga saya katakan bahwa kelompok teroris yang melakukan penembakan terhadap 8 orang pekerja Telkom di distrik Beoga adalah tindakan pelanggaran HAM,” ujarnya pada Webinar Violence and Sabotage of Infrastructure Development in Papua, Rabu (30/3/2022).
Menurut Arebo, warga Papua sejatinya tidak ada yang menolak pembangunan infrastruktur. Mereka tidak antipendatang dan tidak antiinvestasi. Untuk itu, pembangunan oleh Pemerintah Indonesia harus tetap berjalan terus untuk mewujudkan rasa keadilan sosial. Arebo menilai proyek pembangunan yang sedang berjalan adalah penyempurnaan konektivitas di Tanah Papua baik trans Papua maupun jaringan telekomukasi.
Teror penembakan ini semakin menegaskan kelompok KKB yaitu TPNPB dan OPM berupaya menghalangi upaya pembangunan dan menghadirkan ketakutan di tengah masyarakat Papua. Tindakan biadab dan keji yang dilakukan Kelompok Teroris Papua (KST) inipun mendapat banyak kecaman dari berbagai pihak. Baca juga: Melawan Saat Ditangkap, Satgas Damai Cartenz Tembak Mati KKB Pimpinan Ndeotadi Toni Tabuni
Ketua Umum DPN-PAP Jan Christian Arebo mengutuk tindakan yang tidak manusiawi yang dilakukan oleh TPNPB tersebut. “Penembakan yang dilakukan KKB ini sudah dikategorikan sebagai pelanggaran HAM sehingga saya katakan bahwa kelompok teroris yang melakukan penembakan terhadap 8 orang pekerja Telkom di distrik Beoga adalah tindakan pelanggaran HAM,” ujarnya pada Webinar Violence and Sabotage of Infrastructure Development in Papua, Rabu (30/3/2022).
Menurut Arebo, warga Papua sejatinya tidak ada yang menolak pembangunan infrastruktur. Mereka tidak antipendatang dan tidak antiinvestasi. Untuk itu, pembangunan oleh Pemerintah Indonesia harus tetap berjalan terus untuk mewujudkan rasa keadilan sosial. Arebo menilai proyek pembangunan yang sedang berjalan adalah penyempurnaan konektivitas di Tanah Papua baik trans Papua maupun jaringan telekomukasi.
Lihat Juga :