Pusdiktan Gelar Young Ambassador 2022, Lahirkan Milenial dengan Semangat Berinovasi
Selasa, 29 Maret 2022 - 08:22 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Presiden Jokowi Jenguk Buya Syafii Maarif di Sleman
Menurut Syahrul, saat ini sudah saatnya para agen perubahan di bidang pertanian menjadi delegasi di masyarakat. Mereka harus mampu mengubah persepsi anak muda tentang pertanian yang selalu dianggap kotor. Masyarakat luas harus tahu bahwa pertanian itu profesi yang penting di Indonesia.
Menjawab tantangan Mentan, Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi mengatakan kemajuan pertanian turut didukung generasi milenial karena memiliki semangat berinovasi yang tinggi untuk melakukan cara-cara yang baru terhadap penanganan pertanian yang maju, mandiri dan modern.
“Bila kalian para Young Ambassador ini hebat maka sektor pertanian ke depan akan hebat, melejit tak hanya di dalam negeri tetapi hingga ke mancanegara. Namun sebaliknya bila kalian para Young Ambassador melempem maka pembangunan pertanian dipastikan tidak akan berjalan, Nauzubillahiminzalik. Maka saya berpesan bahwa kelanjutan pembangunan sektor pertanian ini ada di pundak kalian, menjadi tanggung jawab kalian”, pesan Dedi.
Project Manager Program YESS, Inneke Kusumawati menjelaskan Milenial yang mengikuti Young Ambassador sangat antusias. Sejak dibuka pendaftaran 14-20 Maret 2022, peserta yang terseleksi mencapai 49 peserta tersebut dengan rincian 39 laki-laki dan 10 perempuan.
“Mereka berasal dari 17 Provinsi di Indonesia yang merupakan pengajuan dari UPT Pelatihan (9 orang); UPT Pendidikan (20 orang) dan BPH DPM (20 orang). Semua merupakan pengusaha dan petani milenial yang hebat.
Menurut Syahrul, saat ini sudah saatnya para agen perubahan di bidang pertanian menjadi delegasi di masyarakat. Mereka harus mampu mengubah persepsi anak muda tentang pertanian yang selalu dianggap kotor. Masyarakat luas harus tahu bahwa pertanian itu profesi yang penting di Indonesia.
Menjawab tantangan Mentan, Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi mengatakan kemajuan pertanian turut didukung generasi milenial karena memiliki semangat berinovasi yang tinggi untuk melakukan cara-cara yang baru terhadap penanganan pertanian yang maju, mandiri dan modern.
“Bila kalian para Young Ambassador ini hebat maka sektor pertanian ke depan akan hebat, melejit tak hanya di dalam negeri tetapi hingga ke mancanegara. Namun sebaliknya bila kalian para Young Ambassador melempem maka pembangunan pertanian dipastikan tidak akan berjalan, Nauzubillahiminzalik. Maka saya berpesan bahwa kelanjutan pembangunan sektor pertanian ini ada di pundak kalian, menjadi tanggung jawab kalian”, pesan Dedi.
Project Manager Program YESS, Inneke Kusumawati menjelaskan Milenial yang mengikuti Young Ambassador sangat antusias. Sejak dibuka pendaftaran 14-20 Maret 2022, peserta yang terseleksi mencapai 49 peserta tersebut dengan rincian 39 laki-laki dan 10 perempuan.
“Mereka berasal dari 17 Provinsi di Indonesia yang merupakan pengajuan dari UPT Pelatihan (9 orang); UPT Pendidikan (20 orang) dan BPH DPM (20 orang). Semua merupakan pengusaha dan petani milenial yang hebat.
Lihat Juga :