Soal Omicron BA.2, Kepala BIN : Tenang, Perkuat Vaksinasi dan Perbaiki Gaya Hidup
Senin, 28 Maret 2022 - 13:21 WIB
loading...
Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan mengatakan pemerintah memiliki skenario yang rasional dan selalu berdasarkan ilmu pengetahuan. Foto/SINDOnews
A
A
A
Optimisme Indonesia dapat keluar dari pandemi semakin terasa, menyusul pelonggaran sosial yang terus diberikan pemerintah dengan perhitungan matang. Pekan lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan pencabutan pembatasan Tarawih berjamaah selama Ramadhan, begitu pula mudik saat Lebaran.
Pelonggaran berarti mobilitas sosial dan akselerasi ekonomi semakin meningkat. Bagi BIN (Badan Intelijen Negara), ini berarti penguatan mitigasi agar keberhasilan pengendalian pandemi dan pemulihan ekonomi yang telah dicapai tidak berbalik arah. Terlebih dengan telah masuknya subvarian omicron BA.2 yang menular lebih cepat dan sulit dideteksi sehingga dijuluki Omicron siluman. Baca juga: Kepala BIN: IKN Nusantara Didesain Siap Hadapi Pandemi Jika Terjadi Lagi
Kepala BIN Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan mengatakan pemerintah memiliki skenario yang rasional dan selalu berdasarkan ilmu pengetahuan. Selama ini, strategi PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) berbasis wilayah yang terus dievaluasi berdasarkan kondisi objektif setiap daerah telah memungkinkan Indonesia mengendalikan pandemi sekaligus memungkinkan mesin ekonomi tetap bekerja.
Begitu pula dengan vaksinasi. “Percepatan vaksinasi yang sudah dilakukan sejak awal, terbukti berhasil memberikan perlindungan memadai bagi masyarakat sehingga berbagai indikator pandemi kini semakin baik,” ujar Budi Gunawan, Senin (28/3/2022).
"Mengantisipasi ancaman Omicron siluman, kita perluas vaksinasi ke semua kelompok sasaran, dan ke semua wilayah. Begitu pun target capaian, harus kita naikkan. Kita tidak ingin kalah cepat. Capaian angka di kelompok rentan, yaitu anak-anak dan lansia kita naikkan, sementara di kelompok umum kita dorong agar vaksinasi tuntas hingga booster,” tegas Kabin.
Pelonggaran berarti mobilitas sosial dan akselerasi ekonomi semakin meningkat. Bagi BIN (Badan Intelijen Negara), ini berarti penguatan mitigasi agar keberhasilan pengendalian pandemi dan pemulihan ekonomi yang telah dicapai tidak berbalik arah. Terlebih dengan telah masuknya subvarian omicron BA.2 yang menular lebih cepat dan sulit dideteksi sehingga dijuluki Omicron siluman. Baca juga: Kepala BIN: IKN Nusantara Didesain Siap Hadapi Pandemi Jika Terjadi Lagi
Kepala BIN Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan mengatakan pemerintah memiliki skenario yang rasional dan selalu berdasarkan ilmu pengetahuan. Selama ini, strategi PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) berbasis wilayah yang terus dievaluasi berdasarkan kondisi objektif setiap daerah telah memungkinkan Indonesia mengendalikan pandemi sekaligus memungkinkan mesin ekonomi tetap bekerja.
Begitu pula dengan vaksinasi. “Percepatan vaksinasi yang sudah dilakukan sejak awal, terbukti berhasil memberikan perlindungan memadai bagi masyarakat sehingga berbagai indikator pandemi kini semakin baik,” ujar Budi Gunawan, Senin (28/3/2022).
"Mengantisipasi ancaman Omicron siluman, kita perluas vaksinasi ke semua kelompok sasaran, dan ke semua wilayah. Begitu pun target capaian, harus kita naikkan. Kita tidak ingin kalah cepat. Capaian angka di kelompok rentan, yaitu anak-anak dan lansia kita naikkan, sementara di kelompok umum kita dorong agar vaksinasi tuntas hingga booster,” tegas Kabin.
Lihat Juga :