Diskriminatif, Kebijakan Booster Jadi Syarat Mudik Disarankan Dicabut
Minggu, 27 Maret 2022 - 14:43 WIB
loading...
Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid menilai syarat vaksin booster bagi orang yang mudik Lebaran diskriminatif. FOTO/DOK.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin menyebut vaksin booster dijadikan syarat untuk mudik Lebaran 2022. Namun, kebijakan tersebut banyak dikritik, termasuk oleh Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid .
Hidayat Nur Wahid menilai syarat vaksin booster diskriminatif. Apalagi hanya diperuntukan bagi masyarakat yang mudik Lebaran. "Agar tak diskriminatif, dicabut saja syarat sudah booster untuk salat tarawih di masjid dan mudik Lebaran," ujar Hidayat dikutip dari akun Twitter-nya @hnurwahid, Minggu (27/3/2022).
Menurut politikus PKS ini, melihat konser musik atau even besar di Tanah Air tidak mewajibkan vaksin booster bagi yang datang, maka kebijakan mudik Lebaran kuat dugaan diskriminatif.
"Karena konser musik yang biasanya lama & sangat padat sudah bisa digelar, tanpa syarat booster. Syaratnya cukup hanya prokes ketat dan vaksin lengkap," katanya.
Hidayat Nur Wahid menilai syarat vaksin booster diskriminatif. Apalagi hanya diperuntukan bagi masyarakat yang mudik Lebaran. "Agar tak diskriminatif, dicabut saja syarat sudah booster untuk salat tarawih di masjid dan mudik Lebaran," ujar Hidayat dikutip dari akun Twitter-nya @hnurwahid, Minggu (27/3/2022).
Menurut politikus PKS ini, melihat konser musik atau even besar di Tanah Air tidak mewajibkan vaksin booster bagi yang datang, maka kebijakan mudik Lebaran kuat dugaan diskriminatif.
"Karena konser musik yang biasanya lama & sangat padat sudah bisa digelar, tanpa syarat booster. Syaratnya cukup hanya prokes ketat dan vaksin lengkap," katanya.
Lihat Juga :