Syarat Vaksin Booster Dinilai Persulit Masyarakat untuk Mudik
Kamis, 24 Maret 2022 - 16:17 WIB
loading...
A
A
A
Faisal mengaku, belum melakukan vaksin dosis lengkap karena memiliki gejala komorbid. Oleh karenanya dirinya merasa dilematis menerima keputusan pemerintah terkait kewajiban vaksin baik dosis lengkap maupun booster.
"Saya asli Surabaya, sudah dua tahun lebih tidak bersua dengan keluarga. Tinggal sendirian di Jakarta. Semoga kebijakan ini tidak terlalu mempersulit bagi warga negara dengan keadaan seperti saya," tutur Faisal menyampaikan.
Ditemui di tempat yang berbeda, Nugroho (31) menjelaskan kebijakan mudik dengan wajib vaksin booster ini mempersulit masyarakat umum. Pemuda asli Boyolali tersebut mengaku meski dirinya dan keluarga sudah vaksin dosis booster, dia merasa tidak adil jika kewajiban vaksin ini diberlakukan kepada seluruh masyarakat.
"Saya setuju dengan kebijakan tersebut, tetapi kewajiban booster ini saya rasa memberatkan warga karena pemerataannya belum menyentuh seluruh lapisan masyarakat," ujar Nugroho menjelaskan.
Terlebih, menurut karyawan swasta itu alternatif pilihan apabila belum booster harus menyerahkan bukti hasil tes negatif PCR atau antigen tetap memberatkan masyarakat. Baginya, biaya tes PCR atau antigen bagi sebagian masyarakat dinilai masih mahal.
"Saya asli Surabaya, sudah dua tahun lebih tidak bersua dengan keluarga. Tinggal sendirian di Jakarta. Semoga kebijakan ini tidak terlalu mempersulit bagi warga negara dengan keadaan seperti saya," tutur Faisal menyampaikan.
Ditemui di tempat yang berbeda, Nugroho (31) menjelaskan kebijakan mudik dengan wajib vaksin booster ini mempersulit masyarakat umum. Pemuda asli Boyolali tersebut mengaku meski dirinya dan keluarga sudah vaksin dosis booster, dia merasa tidak adil jika kewajiban vaksin ini diberlakukan kepada seluruh masyarakat.
"Saya setuju dengan kebijakan tersebut, tetapi kewajiban booster ini saya rasa memberatkan warga karena pemerataannya belum menyentuh seluruh lapisan masyarakat," ujar Nugroho menjelaskan.
Terlebih, menurut karyawan swasta itu alternatif pilihan apabila belum booster harus menyerahkan bukti hasil tes negatif PCR atau antigen tetap memberatkan masyarakat. Baginya, biaya tes PCR atau antigen bagi sebagian masyarakat dinilai masih mahal.
Lihat Juga :