Ditolak Pemilih Partai, Saiful Mujani Sebut Isu Penundaan Pemilu Mainan Elite
Kamis, 24 Maret 2022 - 14:57 WIB
loading...
Pendiri SMRC Saiful Mujani membeber data-data bahwa isu penundaan pemilu hanya mainan elite parpol yang dilontarkan tanpa data empirik. Foto/dk.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Saiful Mujani, pendiri Saiful Mujani Research and Consulting ( SMRC ) mengungkapkan hampir semua pemilih partai menolak penundaan pemilu . Penolakan yang sama juga dialamatkan pada gagasan tiga periode masa jabatan untuk Presiden Jokowi.
Tetapi para politisi dan tokoh masyarakat kerap membuat klaim berkebalikan, bahwa masyarakat ingin pemilu ditunda dan Jokowi tetap menjabat presiden. Saiful yang juga guru besar Ilmu Politik UIN Jakarta ini membantah klaim seperti yang dikemukakan oleh Luhut Binsar Panjaitan bahwa pemilih sejumlah partai, seperti Demokrat dan Gerindra menginginkan pemilu ditunda atau presiden tiga periode.
“Saya tidak tahu Pak Luhut dapat informasi dari mana. Data dari survei nasional tidak demikian,” kata Saiful pada program Bedah Politik yang bertajuk Siapa Dukung Penundaan Pemilu? yang disiarkan melalui kanal Youtube SMRC TV, dalam rilis yang diterima pada Kamis (24/3/2022).
Baca juga: Yudi Latif: Penundaan Pemilu Menghancurkan Demokrasi
Memang, Saiful mengakui asumsi bahwa para pemilih Jokowi menyatakan Presiden Jokowi berkinerja baik dan akan menginginkan dia terus menjadi presiden adalah logis. Namun apakah para pemilih Jokowi itu menginginkan Jokowi kembali atau menginginkan Pemilu itu ditunda, hasil surve mununjukkan fakta yang bertentangan.
Saiful mengungkapkan, Survei Indikator Politik Indonesia pada Desember 2021 menunjukkan 53 persen pemilih Jokowi dan Ma'ruf Amin tidak menginginkan Pemilu ditunda ke 2027. Hanya ada 33,2 persen pemilih Jokowi yang setuju. Sementara yang memilih Prabowo, 85 persen tidak menginginkan pemilu ditunda.
Pemilih PDIP yang menginginkan tetap dua periode untuk jabatan presiden sebanyak 82 persen, pemilih Golkar 89 persen, Gerindra 79 persen, Nasdem 95 persen, PKB 92 persen, Demokrat 83 persen, PKS 82 persen, PAN 92 persen, dan PPP 92 persen.
Tetapi para politisi dan tokoh masyarakat kerap membuat klaim berkebalikan, bahwa masyarakat ingin pemilu ditunda dan Jokowi tetap menjabat presiden. Saiful yang juga guru besar Ilmu Politik UIN Jakarta ini membantah klaim seperti yang dikemukakan oleh Luhut Binsar Panjaitan bahwa pemilih sejumlah partai, seperti Demokrat dan Gerindra menginginkan pemilu ditunda atau presiden tiga periode.
“Saya tidak tahu Pak Luhut dapat informasi dari mana. Data dari survei nasional tidak demikian,” kata Saiful pada program Bedah Politik yang bertajuk Siapa Dukung Penundaan Pemilu? yang disiarkan melalui kanal Youtube SMRC TV, dalam rilis yang diterima pada Kamis (24/3/2022).
Baca juga: Yudi Latif: Penundaan Pemilu Menghancurkan Demokrasi
Memang, Saiful mengakui asumsi bahwa para pemilih Jokowi menyatakan Presiden Jokowi berkinerja baik dan akan menginginkan dia terus menjadi presiden adalah logis. Namun apakah para pemilih Jokowi itu menginginkan Jokowi kembali atau menginginkan Pemilu itu ditunda, hasil surve mununjukkan fakta yang bertentangan.
Saiful mengungkapkan, Survei Indikator Politik Indonesia pada Desember 2021 menunjukkan 53 persen pemilih Jokowi dan Ma'ruf Amin tidak menginginkan Pemilu ditunda ke 2027. Hanya ada 33,2 persen pemilih Jokowi yang setuju. Sementara yang memilih Prabowo, 85 persen tidak menginginkan pemilu ditunda.
Pemilih PDIP yang menginginkan tetap dua periode untuk jabatan presiden sebanyak 82 persen, pemilih Golkar 89 persen, Gerindra 79 persen, Nasdem 95 persen, PKB 92 persen, Demokrat 83 persen, PKS 82 persen, PAN 92 persen, dan PPP 92 persen.
Lihat Juga :