Wakil Ketua MPR Dorong Dakwah Nasionalisme di Mimbar Digital
Rabu, 23 Maret 2022 - 21:28 WIB
loading...
A
A
A
"Sehingga dakwah yang isinya moderat dan mengangkat semangat nasionalisme itu menjadi tidak tersebarkan. Karena tidak tersebarkan, maka dinilai kurang tergelorakan," katab Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PPP ini.
Arsul menilai permasalahan ini bisa diatasi dengan memberikan fasilitas dalam hal diseminasi, mendorong penyebaran konten dakwah positif di ruang-ruang digital. "Karena itu perlu di fasilitasi oleh pemerintah dalam hal ini BNPT (Badan Nasional Peannggulangan Terorisme). Potongan ceramah-ceramah pendek atau film yang berisi konsep tentang bahwa nasionalisme itu kompatibel dengan ajaran Islam. Itu harus disebarkan," tutur pria kelahiran Pekalongan, 8 Januari 1964 ini.
Baca juga: Tindaklanjuti SE Menag, Kemenag Cimahi Susun Peta Dakwah Kewilayahan
Ia menjelaskan pentingnya memasifkan penyebaran konten dakwah nasionalisme dan persaudaraan. Seharusnya sudah tidak ada keraguan, karena antara nasionalisme dan agama itu bukanlah hal yang kontradiktif.
"Dalam Islam sendiri ada konsep hubhul wathon minal iman, yang artinya cinta Tanah Air itu sebagian dari iman. Kemudian juga di dalam berbagai kitab tentang Ahkam As Sultaniyyah, hukum tata negara itu juga ada ajaran ketaatan terhadap pemerintahan," kata Sekjen DPP PPP ini.
Dalam Al-Quran juga tertulis, "Atiullah Wa Atiurrasul Wa Ulil Amri", di mana salah satu bentuk nasionalisme adalah dengan tidak mengembangkan ketidaktaatan kepada pemerintah. Nasionalisme menjadi kompatibel dengan ajaran agama khusunya Islam.
"Nah salah satu bentuk nasionalisme itu tertuang dalam Al-Quran adalah taat kepada pemerintah. Namun, jika dalam pemerintahan itu ada hal yang perlu dikritisi dan perlu dikoreksi, ya maka itu tetap harus dilakukan, tidak dalam kerangka merusak nasionalisme," kata Arsul.
Arsul menilai permasalahan ini bisa diatasi dengan memberikan fasilitas dalam hal diseminasi, mendorong penyebaran konten dakwah positif di ruang-ruang digital. "Karena itu perlu di fasilitasi oleh pemerintah dalam hal ini BNPT (Badan Nasional Peannggulangan Terorisme). Potongan ceramah-ceramah pendek atau film yang berisi konsep tentang bahwa nasionalisme itu kompatibel dengan ajaran Islam. Itu harus disebarkan," tutur pria kelahiran Pekalongan, 8 Januari 1964 ini.
Baca juga: Tindaklanjuti SE Menag, Kemenag Cimahi Susun Peta Dakwah Kewilayahan
Ia menjelaskan pentingnya memasifkan penyebaran konten dakwah nasionalisme dan persaudaraan. Seharusnya sudah tidak ada keraguan, karena antara nasionalisme dan agama itu bukanlah hal yang kontradiktif.
"Dalam Islam sendiri ada konsep hubhul wathon minal iman, yang artinya cinta Tanah Air itu sebagian dari iman. Kemudian juga di dalam berbagai kitab tentang Ahkam As Sultaniyyah, hukum tata negara itu juga ada ajaran ketaatan terhadap pemerintahan," kata Sekjen DPP PPP ini.
Dalam Al-Quran juga tertulis, "Atiullah Wa Atiurrasul Wa Ulil Amri", di mana salah satu bentuk nasionalisme adalah dengan tidak mengembangkan ketidaktaatan kepada pemerintah. Nasionalisme menjadi kompatibel dengan ajaran agama khusunya Islam.
"Nah salah satu bentuk nasionalisme itu tertuang dalam Al-Quran adalah taat kepada pemerintah. Namun, jika dalam pemerintahan itu ada hal yang perlu dikritisi dan perlu dikoreksi, ya maka itu tetap harus dilakukan, tidak dalam kerangka merusak nasionalisme," kata Arsul.
Lihat Juga :