Rusak Lingkungan, Indonesia Ajak Dunia Berantas Perdagangan Ilegal Merkuri
Selasa, 22 Maret 2022 - 21:04 WIB
loading...
Pertemuan COP-4 ini dipimpin Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah, Bahan Beracun dan Berbahaya (PSLB3) KLHK, Rosa Vivien Ratnawati. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Indonesia memimpin dunia dalam pertemuan Conference Of Parties (COP) 4 Minamata dengan isu penghapusan dan pemberantasan illegal perdagangan merkuri karena terkait lingkungan . Hal ini ditunjukkan dengan kepemimpinan Indonesia sebagai Presiden COP-4 ini.
Baca juga: Jelang COP-4 Minamata di Bali, KLHK Edukasi Masyarakat Bahaya Merkuri
Pertemuan COP-4 ini dipimpin Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah, Bahan Beracun dan Berbahaya (PSLB3), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Rosa Vivien Ratnawati.
"Pertemuan ini tentu sangat membanggakan, karena ini merupakan pesan yang sangat kuat kepada dunia. Apalagi Indonesia sebagai tuan rumah G-20, bahwa Indonesia memiliki komitmen yang sangat kuat akan isu-isu pelestarian lingkungan," kata Dirjen PSLB3-KLHK, Rosa Vivien dalam keterangannya, Selasa (22/3/2022).
Lebih lanjut dikemukakan Rosa Vivien, salah satu legacy penting dari COP-4 Minamata ini adalah, diluncurkannya dokumen 'Bali Declaration', yang menjadi komitmen seluruh negara parties untuk penghapusan dan pemberantasan ilegal perdagangan merkuri.
"Pertemuan COP-4 Minamata ini juga memberikan rasa optimis dan kepercayaan yang sangat kuat untuk bangkit setelah 2 tahun dalam masa pandemi. Pertemuan COP sendiri akan berlangsung sampai tanggal 25 Maret 2022," ujarnya.
Baca juga: Jelang COP-4 Minamata di Bali, KLHK Edukasi Masyarakat Bahaya Merkuri
Pertemuan COP-4 ini dipimpin Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah, Bahan Beracun dan Berbahaya (PSLB3), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Rosa Vivien Ratnawati.
"Pertemuan ini tentu sangat membanggakan, karena ini merupakan pesan yang sangat kuat kepada dunia. Apalagi Indonesia sebagai tuan rumah G-20, bahwa Indonesia memiliki komitmen yang sangat kuat akan isu-isu pelestarian lingkungan," kata Dirjen PSLB3-KLHK, Rosa Vivien dalam keterangannya, Selasa (22/3/2022).
Lebih lanjut dikemukakan Rosa Vivien, salah satu legacy penting dari COP-4 Minamata ini adalah, diluncurkannya dokumen 'Bali Declaration', yang menjadi komitmen seluruh negara parties untuk penghapusan dan pemberantasan ilegal perdagangan merkuri.
"Pertemuan COP-4 Minamata ini juga memberikan rasa optimis dan kepercayaan yang sangat kuat untuk bangkit setelah 2 tahun dalam masa pandemi. Pertemuan COP sendiri akan berlangsung sampai tanggal 25 Maret 2022," ujarnya.
Lihat Juga :