Masyarakat Diminta Waspada Tawaran Investasi Bodong
Selasa, 22 Maret 2022 - 19:20 WIB
loading...
Tama S. Langkun dalam acara Podcast Aksi Nyata. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pengamat antikorupsi Tama S. Langkun menjabarkan modus-modus investasi bodong yang membuat banyak masyarakat di Indonesia terjebak penipuan. Tama menjelaskan, pola-pola investasi bodong ini melalui Podcast Aksi Nyata, Dari Kamu Untuk Indonesia.
Tama menilai banyak masyarakat yang abai dengan latar belakang perusahaan investasi bodong yang menawarkan profit yang menggiurkan. Menurutnya, secara umum oknum pengelola investasi ini menawarkan bonus bunga (interest rate) yang tinggi.
"Dengan pola penawaran bunga yang besar, siapa sih yang tidak tergiur? Wajar, banyak masyarakat yang tertipu," kata Tama saat diwawancarai Abraham Silaban dalam tayangan langsung podcast tersebut, Selasa (22/3/2022).
Baca juga: Marak Situs Investasi Bodong, Satgas Investasi: Masih Ada yang Menikmati Keuntungan
Tama mengimbau kepada masyarakat untuk hati-hati dengan tawaran yang menggiurkan. "Biasanya investasi itu lancar di awal saja. Lama-kelamaan, ketika uang investasi mulai terkumpul banyak, tak lama proses penarikan uangnya menjadi macet. Akhirnya investor menjadi korban," tutur Tama.
Tama menilai banyak masyarakat yang abai dengan latar belakang perusahaan investasi bodong yang menawarkan profit yang menggiurkan. Menurutnya, secara umum oknum pengelola investasi ini menawarkan bonus bunga (interest rate) yang tinggi.
"Dengan pola penawaran bunga yang besar, siapa sih yang tidak tergiur? Wajar, banyak masyarakat yang tertipu," kata Tama saat diwawancarai Abraham Silaban dalam tayangan langsung podcast tersebut, Selasa (22/3/2022).
Baca juga: Marak Situs Investasi Bodong, Satgas Investasi: Masih Ada yang Menikmati Keuntungan
Tama mengimbau kepada masyarakat untuk hati-hati dengan tawaran yang menggiurkan. "Biasanya investasi itu lancar di awal saja. Lama-kelamaan, ketika uang investasi mulai terkumpul banyak, tak lama proses penarikan uangnya menjadi macet. Akhirnya investor menjadi korban," tutur Tama.
Lihat Juga :