Saat Terjadi Perang, Ini 2 Kapal Patroli Cepat TNI AL yang Siap Dipersenjatai Rudal
Selasa, 22 Maret 2022 - 04:08 WIB
loading...
KSAL Laksamana TNI Yudo Margono meresmikan 2 unit Kapal Patroli Cepat (PC) 60 M. Kedua Kapal Patroli Cepat TNI AL itu siap dipersenjatai rudal saat terjadi perang. Foto: Dok TNI AL
A
A
A
JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono meresmikan 2 unit Kapal Patroli Cepat (PC) 60 M, di Galangan PT Caputra Mitra Sejati (CMS), Banten, Senin (21/3/2022). Kedua Kapal Patroli Cepat TNI AL itu siap dipersenjatai rudal .
Baca juga: Sangar! Ini KRI Teluk Palu-523, Kapal Perang Pengangkut Tank yang Diresmikan KSAL
Laksamana Yudo mengatakan, Kapal PC 60 M merupakan hasil pengembangan kapal patroli terdahulu, yakni jenis PC-40. Pengembangan itu bertujuan agar dapat mendukung tugas TNI AL di situasi damai dalam penegakkan hukum laut melaksanakan patroli keamanan hingga ke wilayah ZEE.
Alutsista TNI AL tersebut bisa digunakan apabila negara dalam kondisi darurat dengan menambah perlengkapan peluru kendali atau rudal. "Apabila dalam darurat ataupun negara dalam keadaan bahaya, kapal ini bisa kita tambah rudal. Karena memang juga bisa dimuati rudal dan sudah disiapkan juga ruangan untuk saluran rudalnya,” ujarLaksamana Yudo melalui keterangan tertulisnya.
Baca juga: Apa Itu Rudal Hipersonik dan Mengapa Rusia Menggunakannya di Ukraina?
Baca juga: Sangar! Ini KRI Teluk Palu-523, Kapal Perang Pengangkut Tank yang Diresmikan KSAL
Laksamana Yudo mengatakan, Kapal PC 60 M merupakan hasil pengembangan kapal patroli terdahulu, yakni jenis PC-40. Pengembangan itu bertujuan agar dapat mendukung tugas TNI AL di situasi damai dalam penegakkan hukum laut melaksanakan patroli keamanan hingga ke wilayah ZEE.
Alutsista TNI AL tersebut bisa digunakan apabila negara dalam kondisi darurat dengan menambah perlengkapan peluru kendali atau rudal. "Apabila dalam darurat ataupun negara dalam keadaan bahaya, kapal ini bisa kita tambah rudal. Karena memang juga bisa dimuati rudal dan sudah disiapkan juga ruangan untuk saluran rudalnya,” ujarLaksamana Yudo melalui keterangan tertulisnya.
Baca juga: Apa Itu Rudal Hipersonik dan Mengapa Rusia Menggunakannya di Ukraina?
Lihat Juga :