Sarungan hingga Shalawatan, Cara Zulhas Perkenalkan PAN ke Warga Nahdliyin Jatim
Senin, 21 Maret 2022 - 20:23 WIB
loading...
A
A
A
"Hari ini kami ditemani cicit langsung Syaikhona, KH Imam Bukhori Cholil, untuk berziarah. Ziarah ini penting untuk napak tilas, mengaji sejarah, betapa perjuangan para ulama dulu mencintai bangsanya sangat luar biasa. Nilai ini relevan untuk PAN," kata Zulhas.
Selama berada di Jatim, Zulhas tampak selalu bersarung selama melakukan safari politiknya. "Sarungan ini enak," kata Wakil Ketua MPR RI itu.
Baca juga: Rangkul Warga Nahdliyin, Ketum PAN Ingin Birukan Wilayah Tapal Kuda Jatim
Strategi politik dengan ziarah, sarungan, dan shalawatan ini tampak menjadi sesuatu yang baru dan unik dilakukan PAN. Partai berlambang matahari putih ini tampak serius menjadi partai yang inklusif untuk semua golongan. "Alhamdulillah kami diterima. Banyak kiai-kiai dan pondok-pondok menitipkan anak-anak atau kerabat mereka untuk maju dari PAN dalam Pemilu 2024 mendatang," katanya.
"Simbol PAN itu matahari. Seperti matahari, kita tak boleh pilih-pilih memberikan kasih sayang. Perjuangan PAN juga untuk semua golongan. PAN bisa relevan dengan pihak mana pun selama tujuannya sama, untuk kebaikan dan kemajuan bangsa dan negara. Sesuai amanat Pancasila dan UUD 1945," kata Zulhas.
Selama berada di Jatim, Zulhas tampak selalu bersarung selama melakukan safari politiknya. "Sarungan ini enak," kata Wakil Ketua MPR RI itu.
Baca juga: Rangkul Warga Nahdliyin, Ketum PAN Ingin Birukan Wilayah Tapal Kuda Jatim
Strategi politik dengan ziarah, sarungan, dan shalawatan ini tampak menjadi sesuatu yang baru dan unik dilakukan PAN. Partai berlambang matahari putih ini tampak serius menjadi partai yang inklusif untuk semua golongan. "Alhamdulillah kami diterima. Banyak kiai-kiai dan pondok-pondok menitipkan anak-anak atau kerabat mereka untuk maju dari PAN dalam Pemilu 2024 mendatang," katanya.
"Simbol PAN itu matahari. Seperti matahari, kita tak boleh pilih-pilih memberikan kasih sayang. Perjuangan PAN juga untuk semua golongan. PAN bisa relevan dengan pihak mana pun selama tujuannya sama, untuk kebaikan dan kemajuan bangsa dan negara. Sesuai amanat Pancasila dan UUD 1945," kata Zulhas.
(abd)
Lihat Juga :