Pangdam IV/Diponegoro Berencana Bangun Tempat Latihan Tempur di Mateseh dan Gunung Lawu
Senin, 21 Maret 2022 - 09:34 WIB
loading...
Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Rudianto menyampaikan bahwa pihaknya sangat mengharapkan agar pembangunan daerah latihan pertempuran kota dan hutan di Mateseh dan Gunung Lawu bisa mendapatkan dukungan Komisi I DPR RI. Foto/SINDOnews
A
A
A
SEMARANG - Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Rudianto menyampaikan bahwa pihaknya sangat mengharapkan agar pembangunan daerah latihan pertempuran kota dan hutan di Mateseh dan Gunung Lawu bisa mendapatkan dukungan Komisi I DPR RI . Karena Indonesia belum mempunyai lokasi tersebut, akhirnya Kodam IV/Diponegoro biasa latihan di perkampungan atau kota yang sebenarnya tidak diperbolehkan.
"Kalau kita memiliki tempat pertempuran kota dan hutan, Insya Allah kita bisa berlatih bersama negara sahabat dengan kepala tegak dan dada kita membusung. Kalau kita bisa mewujudkan ini, selesai sudah cita-cita dan tugas saya, karena sebentar lagi saya pensiun. Semoga saya bisa mengawal itu, agar nanti adik-adik saya bisa latihan di sana," ujar Rudianto saat menerima Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi I DPR RI mengunjungi Kodam IV/Diponegoro di Semarang, Jateng, Jumat (18/3/2022) lalu, dikutip melalui keterangan pers, Senin (21/3/2022). Baca juga: Pesan Jenderal TNI Dudung ke Seluruh Pangdam: Jangan Biarkan Prajurit Berjuang Sendiri
Mendengar hal ini, Komisi I DPR RI sepakat akan mendukung Kodam IV/Diponegoro yang berencana akan membangun lokasi latihan pertempuran kota dan hutan di daerah Meteseh dan Gunung Lawu, Jawa Tengah dengan total anggaran keduanya sekitar Rp700 miliar. Komisi I DPR RI memastikan akan membawa aspirasi ini ke Jakarta dan membahasnya dalam rapat kerja dengan para mitra kerja terkait untuk dibahas.
"Saya kira tentang tempat latihan pertempuran kota dan hutan akan kita usulkan keduanya untuk dimasukkan dalam pembahasan anggaran. Mendengar usulan ini, kami telah bersepakat untuk mengusulkan hal itu, karena nantinya akan menjadi kebanggaan bangsa Indonesia dan tentara dalam hal ini," ujar Wakil Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari.
Menurut Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini pihaknya sangat mendukung pembangunan lokasi pertempuran ini. Pasalnya Indonesia dengan wilayahnya yang luas belum memiliki tempat latihan seperti ini. Padahal di kawasan ASEAN yang luas negaranya lebih kecil seperti negara Singapura, Malaysia dan Brunei Darussalam justru sudah punya tempat latihan pertempuran kota lebih dulu.
"Kalau kita memiliki tempat pertempuran kota dan hutan, Insya Allah kita bisa berlatih bersama negara sahabat dengan kepala tegak dan dada kita membusung. Kalau kita bisa mewujudkan ini, selesai sudah cita-cita dan tugas saya, karena sebentar lagi saya pensiun. Semoga saya bisa mengawal itu, agar nanti adik-adik saya bisa latihan di sana," ujar Rudianto saat menerima Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi I DPR RI mengunjungi Kodam IV/Diponegoro di Semarang, Jateng, Jumat (18/3/2022) lalu, dikutip melalui keterangan pers, Senin (21/3/2022). Baca juga: Pesan Jenderal TNI Dudung ke Seluruh Pangdam: Jangan Biarkan Prajurit Berjuang Sendiri
Mendengar hal ini, Komisi I DPR RI sepakat akan mendukung Kodam IV/Diponegoro yang berencana akan membangun lokasi latihan pertempuran kota dan hutan di daerah Meteseh dan Gunung Lawu, Jawa Tengah dengan total anggaran keduanya sekitar Rp700 miliar. Komisi I DPR RI memastikan akan membawa aspirasi ini ke Jakarta dan membahasnya dalam rapat kerja dengan para mitra kerja terkait untuk dibahas.
"Saya kira tentang tempat latihan pertempuran kota dan hutan akan kita usulkan keduanya untuk dimasukkan dalam pembahasan anggaran. Mendengar usulan ini, kami telah bersepakat untuk mengusulkan hal itu, karena nantinya akan menjadi kebanggaan bangsa Indonesia dan tentara dalam hal ini," ujar Wakil Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari.
Menurut Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini pihaknya sangat mendukung pembangunan lokasi pertempuran ini. Pasalnya Indonesia dengan wilayahnya yang luas belum memiliki tempat latihan seperti ini. Padahal di kawasan ASEAN yang luas negaranya lebih kecil seperti negara Singapura, Malaysia dan Brunei Darussalam justru sudah punya tempat latihan pertempuran kota lebih dulu.
Lihat Juga :