Waspadai Terorisme di Aparatur Negara

Rabu, 16 Maret 2022 - 14:26 WIB
loading...
A A A
Tak hanya di level aparat sipil, paham terorisme ini juga diketahui telah masuk di unsur kepolisian dan militer. Pada November 2021, misalnya, seperti diungkapkan Sekretaris Badan Penanggulangan Ekstremisme dan Terorisme Majelis Ulama Indonesia (MUI) M Najih Arromadloni, setidaknya ada 30 personel TNI/Polri yang terlibat teror. Ini jelas fakta yang membuat kita makin waspada. Sikap makin waspada juga perlu ditingkatkan karena diketahui jumlah aparat negara yang belum terlibat aktif namun sudah terpapar ideologi terorisme diduga jumlahnya sangat banyak. Sangat mungkin mencapai ribuan.

Kedua, penganut paham terorisme rawan menggunakan fasilitas negara. Karena berstatus sebagai aparatur negara, jelas sangat mungkin para PNS atau aparat yang terpapar paham terorisme memanfaatkan sumber daya milik negara untuk tujuan dan kepentingan mereka. Langkah mereka jelas sangat tak bisa dibenarkan karena kontraproduktif dengan tujuan negara. Mereka memanfaatkan uang rakyat, tetapi justru berupaya merongrong keutuhan bangsa.

Melihat kenyataan ini, Densus 88 perlu lebih jeli untuk merunut dan mendeteksi perkembangan jaringan terorisme di aparatur negara. Langkah ini juga membutuhkan aksi kolektif dan kolaboratif. Semua sepakat jangan sampai negara ini dipermainkan oleh oknum-oknum yang justru ingin merusak keutuhan bangsa.

Di sisi lain, agar memberikan efek jera, aparatur negara yang terbukti terlibat pada jaringan terlarang ini perlu diberi sanksi sangat berat. Sanksi berat adalah sebuah konsekuensi karena mereka sebelumnya telah disumpah dan bekerja dengan mendapat upah dari uang rakyat. Hal yang lebih penting dari itu, upaya preventif juga terus diperkuat seperti skrining yang ketat ketika tahap rekrutmen PNS. Tak hanya pada saat masuk, upaya menanamkan deradikalisasi juga terus rutin ditanamkan saat mereka sudah bekerja secara berkelanjutan.

Sekali lagi penangkapan TO ini makin menyadarkan kita bersama jaringan terorisme tidaklah benar-benar mati, meski sebagian aktornya telah tiada dan sebagian lain berada di jeruji penjara. Kini, jaringan teroris justru menyelinap makin rapi di sekitar kita. Tak hanya masuk ke jajaran birokrasi negara, namun juga menyusup ke petugas medis seperti dokter dan perawat. Tak mengherankan penangkapan dokter Sunardi di Sukoharjo pekan lalu sempat membuat publik terkaget-kaget dan terpana. Kuncinya, kita jangan mudah terlena, tapi harus waspada.
(bmm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Islah Bahrawi Mengaku...
Islah Bahrawi Mengaku Dapat Intimidasi dari OTK, Rumah Diintai hingga Aktivitasnya Dibuntuti
2 Brigjen Pol dan 1...
2 Brigjen Pol dan 1 Kombes Pol Dapat Penugasan di Densus 88 Antiteror dalam Mutasi Polri Terbaru
Densus Ungkap 247 Anak...
Densus Ungkap 247 Anak Terpapar Radikalisme dan Kekerasan Sepanjang 2026
Densus Tangkap 8 Terduga...
Densus Tangkap 8 Terduga Teroris JAD Afiliasi ISIS di Sulteng
Sinergi Sekolah-Densus...
Sinergi Sekolah-Densus 88: Perkuat Guru sebagai Lini Terdepan Pelindung Remaja dari Radikalisme
Ekstremisme Kekerasan...
Ekstremisme Kekerasan di Asia Tenggara
2 Buronan KKB Penebar...
2 Buronan KKB Penebar Aksi Teror di Yahukimo Ditangkap
Siswa SMP Lempar Bom...
Siswa SMP Lempar Bom Molotov ke Sekolah di Kalbar, Densus 88: Terinspirasi Pelaku Kekerasan Luar Negeri
Pelajar SMP yang Lempar...
Pelajar SMP yang Lempar Molotov ke Sekolah Satu Komunitas dengan Siswa SMA 72 Jakarta
Rekomendasi
Youth ESG Maritime 2026...
Youth ESG Maritime 2026 Dorong Generasi Muda Ciptakan Solusi Nyata bagi Krisis Lingkungan Laut
Indonesia Manufacturing...
Indonesia Manufacturing Symposium 2026, Membangun Sistem Enterprise
Penggunaan AI Melesat...
Penggunaan AI Melesat Sebabkan Harga Mobil Naik Signifikan
Berita Terkini
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Imigrasi Nonaktifkan...
Imigrasi Nonaktifkan Pejabat yang Diperiksa KPK, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Dua Truk Towing Masuk...
Dua Truk Towing Masuk Rumah Silmy Karim saat KPK Lakukan Penggeledahan
Panitia Mubes Kosgoro...
Panitia Mubes Kosgoro 1957 Terima Dokumen Lengkap Caketum La Ode Safiul Akbar
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved