Koperasi Simpan Pinjam Berpotensi Dimanfaatkan untuk Danai Terorisme

loading...
Koperasi Simpan Pinjam Berpotensi Dimanfaatkan untuk Danai Terorisme
FOTO/SINDOnews/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta para pelaku koperasi simpan pinjam untuk lebih ketat dalam mengelola dana. Sebab, koperasi simpan pinjam sangat berpotensi ditumpangi para pelaku terorisme untuk mengelola pendanaan.

Hal itu disampaikan Tito Karnavian saat bertemu Kepala PPATKDian Ediana Rae. Maka dari itu, koperasi simpan pinjam (KSP) perlu dilindungi dari kemungkinan masuknya kejahatan, termasuk pencucian uang dan pendanaan terorisme.

"Nah terkait dengan masalah koperasi simpan pinjam tadi kami sependapat bahwa memang bisa menjadi tempat untuk transaksi yang tidak legal atau yang tidak sesuai dengan undang-undang,” kata Tito dikutip dari rilis Kemendagri, Selasa (16/6/2020). (Baca juga: Cegah Pencucian Uang dan Terorisme di Daerah, PPATK Gandeng Kemendagri)

Tito pun tidak menutup kemungkinan bahwa KSP bisa digunakan untuk tempat pencucian uang. Termasuk juga untuk pendanaan terorisme. “Katakanlah money laundering bahkan juga untuk pendanaan terorisme, bisa menjadi tempat ini. Kita bisa menggunakan instrumen-instrumen yang ada di Kemendagri untuk melakukan membuat sistem yang lebih ‘prudent’ atau bijaksana," ujarnya.



Meski demikian, Tito mengatakan sistem monitoring Kemendagri bukan seolah-olah untuk mempolitisasi pemda. Tujuannya hanya untuk mendukung KSP sebagai instrumen ekonomi yang sangat penting. "Jadi, tujuan kita tercapai untuk menyatakan pengawasan dengan menggunakan instrumen salah satunya Kemendagri tadi, kami sepakat untuk itu. Tetapi narasinya kita buat untuk menyehatkan KSP dan melindungi mereka dari tindak pidana. Kalau tindak pidana itu kan mereka repot sendiri juga,” ungkapnya.

Pihaknya punmendukung MoU dan langkah-langkah nyata untuk melakukan pencegahan itu. “Nanti saya kira secara teknis, tim teknis dibentuk kalau mau dibentuk satgas juga kami tentunya sangat setuju nanti titik centralnya ada di Ditjen Bina Bangda. Sekali lagi kami mendukung, terima kasih banyak atas undangannya," ungkap Tito.
(nbs)
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video
Top