Angka Spesimen Corona yang Diperiksa Melorot, Ini Sebabnya
Selasa, 16 Juni 2020 - 14:30 WIB
loading...
A
A
A
Namun, kata Abdul, realisasi yang saat ini bisa dicapai yakni pemeriksaan paling tinggi sebanyak 19 ribu spesimen. “Tetapi kan realisasinya masih sekitar 19 ribu. Artinya masih ada sekitar 10 ribu potensi kemampuan kita yang belum optimal. Oleh karena itu, salah satu cara yang kita lakukan untuk meningkatkan kapasitas mencapai 20 ribu ini adalah optimalisasi laboratorium yang sudah ada,” ujar dia.
(Baca: Sebanyak 139 Laboratorium Telah Aktif Lakukan Pemeriksaan Spesimen COVID-19)
Upaya yang dilakukan salah satunya dengan memperpanjang jam kerja. Pasalnya, banyak laboratorium yang jam kerjanya itu cuma terbatas 6 jam perhari, dikarenakan keterbatasan sumber daya manusia, keterbatasan logistik dan sebagainya. “Oleh karena itu untuk bisa mencapai 30 ribu, strategi kita yang pertama adalah melipatgandakan jam kerja cuma 6 jam kita minta 12 jam per hari,” katanya.
“Tentunya dengan harapan kalau misalnya 6 jam perhari saja kita bisa capai 19 ribu, maka dua kali lipat misalnya jam kerja ditingkatkan maka tentunya target 20 ribu itu pasti akan kita lewati. Itu salah satu strategi kita,” jelas Abdul.
(Baca: Sebanyak 139 Laboratorium Telah Aktif Lakukan Pemeriksaan Spesimen COVID-19)
Upaya yang dilakukan salah satunya dengan memperpanjang jam kerja. Pasalnya, banyak laboratorium yang jam kerjanya itu cuma terbatas 6 jam perhari, dikarenakan keterbatasan sumber daya manusia, keterbatasan logistik dan sebagainya. “Oleh karena itu untuk bisa mencapai 30 ribu, strategi kita yang pertama adalah melipatgandakan jam kerja cuma 6 jam kita minta 12 jam per hari,” katanya.
“Tentunya dengan harapan kalau misalnya 6 jam perhari saja kita bisa capai 19 ribu, maka dua kali lipat misalnya jam kerja ditingkatkan maka tentunya target 20 ribu itu pasti akan kita lewati. Itu salah satu strategi kita,” jelas Abdul.
(muh)
Lihat Juga :