AHY Perintahkan Tolak Pemilu 2024 Ditunda: Ada yang Mau Melupakan Sejarah!
Selasa, 15 Maret 2022 - 06:46 WIB
loading...
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono menilai ada kelompok yang ingin melupakan sejarah dengan sengaja melempar ide menunda Pemilu 2024. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY ) menegaskan sikapnya soal wacana penundaan Pemilu 2024 . Dia menginstruksikan kepada Fraksi Demokrat di DPR dan DPRD untuk menolak segala upaya yang bertujuan memuluskan rencana tersebut.
"Sejak awal saya instruksikan kepada seluruh jajaran khususnya Fraksi Partai Demokrat DPR RI dan DPRD, untuk menolak tegas wacana penundaan Pemilu 2024," kata AHY saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) DPRD Fraksi Partai Demokrat (FPD) se-Indonesia Gelombang V, Senin (14/3/2022) malam.
Baca juga: Wacana Penundaan Pemilu 2024 Merepresentasikan Pemufakatan Jahat
Menurut AHY, wacana untuk menunda pemilu adalah permufakatan jahat untuk melanggengkan kekuasaan dengan segala cara. Bahkan, konstitusi pun dipermainkan. Dia memandang, jika wacana ini saja bisa dilakukan, bukan tidak mungkin akan muncul wacana-wacana selanjutnya yang berkaitan.
"Kalau mereka berhasil undur pemilu, lalu apa berikutnya? Presiden tiga periode? Presiden tidak dipilih langsung oleh rakyat? Presiden seumur hidup? Sungguh malang nasib kita kalau sampai itu semua terjadi," ujarnya
"Sejak awal saya instruksikan kepada seluruh jajaran khususnya Fraksi Partai Demokrat DPR RI dan DPRD, untuk menolak tegas wacana penundaan Pemilu 2024," kata AHY saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) DPRD Fraksi Partai Demokrat (FPD) se-Indonesia Gelombang V, Senin (14/3/2022) malam.
Baca juga: Wacana Penundaan Pemilu 2024 Merepresentasikan Pemufakatan Jahat
Menurut AHY, wacana untuk menunda pemilu adalah permufakatan jahat untuk melanggengkan kekuasaan dengan segala cara. Bahkan, konstitusi pun dipermainkan. Dia memandang, jika wacana ini saja bisa dilakukan, bukan tidak mungkin akan muncul wacana-wacana selanjutnya yang berkaitan.
"Kalau mereka berhasil undur pemilu, lalu apa berikutnya? Presiden tiga periode? Presiden tidak dipilih langsung oleh rakyat? Presiden seumur hidup? Sungguh malang nasib kita kalau sampai itu semua terjadi," ujarnya
Lihat Juga :