Jadi Kekuatan Baru 2024, Koalisi Partai Nonparlemen Sehatkan Perpolitikan Indonesia

Senin, 14 Maret 2022 - 17:53 WIB
loading...
Jadi Kekuatan Baru 2024,...
Ketua Umum Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Hary Tanoesoedibjo bersama sejumlah Ketua Umum Parpol Non-Parlemen di Menteng, Jakarta, Rabu (23/2/2022). Foto/MPI
A A A
JAKARTA - Koalisi partai politik nonparlemen dinilai akan menjadi kekuatan luar biasa pada Pilpres 2024. Koalisi partai nonparlemen yang diinisiasi Partai Persatuan Indonesia ( Perindo ) yang meraih suara terbesar pada Pemilu 2019 dari seluruh partai nonparlemen juga dinilai mampu menjaga demokrasi tetap sehat di Indonesia.

"Jadi, kekuatannya (parpol nonparlemen) luar biasa, sangat mampu menjaga perpolitikan sehat di Indonesia," kata Pendiri lembaga survei KedaiKopi sekaligus Pengamat Politik Hendri Satrio di Jakarta, Senin (14/3/2022).

Dia menuturkan kekuatan politik parpol nonparlemen akan semakin moncer, apabila parpol nonparlemen melakukan komunikasi politik dengan DPD RI. "Apalagi kalau kemudian koalisi parpol nonparlemen ini berkomunikasi dengan DPD, misalnya. DPD dan DPR ada seperti garis putus-putus persaingannya, kalau kemudian bisa komunikasi dengan DPD ini akan menjadi kekuatan yang luar biasa sekali," ujar Hendri.

Baca juga: Pertemuan Lanjutan, Sekjen Parpol Non-Parlemen Bahas Presidential Threshold hingga Fraksi Gabungan



Di samping itu, Hendri menuturkan partai politik nonparlemen pun bisa menjadi ruang aspirasi bagi rakyat yang merasa kecewa dengan parpol yang berada di parlemen saat ini. "Jangan lupa beberapa hal yang mungkin saja masyarakat kecewa dengan partai politik dengan parlemen itu, bisa disalurkan ke koalisi nonparlemen," ungkapnya.

Terkait dengan pencapresan, jika partai nonparlemen berkeinginan untuk menginisiasi dan mengusung calon presiden dan wakil presiden pada Pemilu 2024, tidak menjadi masalah dan tinggal bagaimana membangun komunikasi politik dengan partai politik di parlemen. "Kalau mengusung calon presiden sebetulnya tidak ada masalah hanya memang harus berkoalisi dengan partai yang ada di parlemen," ujarnya.

Tak lupa agar kekuatan politik parpol nonparlemen tidak goyah, Hendri berpesan untuk tetap menjaga soliditas. Soliditas harus terus dipupuk agar partai politik nonparlemen tidak pecah ketika dirayu partai politik di parlemen.

"Jadi harus bisa solid yang terpenting. Kalau memang ada partai politik nonparlemen yang ada memang berpotensi untuk menghilang di pertemuan berikutnya, ya harus mampu untuk dihilangkan beban itu jadi enggak perlu dipaksakan," tegasnya.

Sebelumnya, parpol-parpol nonparlemen yang meraih 13,6 juta suara pada Pemilu 2019 itu, nomor 2 terbesar setelah PDIP, telah melakukan pertemuan di Menteng, Jakarta Pusat pada Rabu (23/2/2022).

Partai-partai tersebut, yaitu Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Keadilan dan Persatuan (PKP), Partai Garuda dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). Adapun, Partai Berkarya yang sedang menyelesaikan masalah internalnya menyatakan tetap bergabung dengan koalisi ini.

Dalam pertemuan itu, koalisi partai nonparlemen sepakat membentuk koalisi pencapresan, membentuk Sekretariat Bersama dan mengajukan judicial review ke Mahkamah Kontitusi (MK) terkait ketentuan presidential threshold atau ambang batas pencalonan presiden.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dorong Kualitas Keterwakilan...
Dorong Kualitas Keterwakilan Perempuan 30%, Partai Perindo Siap Bersinergi Lahirkan Kebijakan yang Inklusif
PHK Massal Berisiko...
PHK Massal Berisiko Gerus Kelas Menengah, Sekjen Perindo Ferry Kurnia Dorong Insentif Dunia Usaha
Perindo Ajak Tokoh Muda...
Perindo Ajak Tokoh Muda Indonesia Timur Ambil Peran Menuju 2029
Politikus PDIP Ungkap...
Politikus PDIP Ungkap Dasco Pimpin Safari DPR ke Parpol Nonparlemen Minta Masukan RUU Pemilu
Threshold DPRD Dinilai...
Threshold DPRD Dinilai Reduksi Demokrasi Lokal, Gardian Muhammad Minta Reformasi Politik Substantif
Said Didu: Jangan Juga...
Said Didu: Jangan Juga Semua Orang Kritis Ditakut-takuti
Keterbatasan SDM Jadi...
Keterbatasan SDM Jadi Tantangan di Papua, Talius Tabuni Dukung Penguatan Program Beasiswa Puncak Cerdas
Gerakan Pangan Murah...
Gerakan Pangan Murah Partai Perindo Ringankan Beban Warga Kendari
Gerakan Pangan Murah...
Gerakan Pangan Murah Partai Perindo Sultra Diserbu Warga
Rekomendasi
Sekarang Kalian Orang...
Sekarang Kalian Orang Meksiko, Perpisahan Mengharukan untuk Iran
GSDC 2026 di ICE BSD...
GSDC 2026 di ICE BSD Perkuat Posisi Indonesia dalam Industri MICE Berkelanjutan
Hadir di CEO Talks Unand,...
Hadir di CEO Talks Unand, Pegadaian Ajak Generasi Muda Melek Investasi Sejak Dini
Berita Terkini
Badan Siber PP GP Ansor...
Badan Siber PP GP Ansor Kritik Ketertutupan Pembahasan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber
OTT Kuansing, Bupati...
OTT Kuansing, Bupati Suhardiman Amby dan Sekda Zulkarnain Menyerahkan Diri ke KPK
Apartemen Disita Jelang...
Apartemen Disita Jelang Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Buka Suara
Tepis Isu Pecah Kongsi...
Tepis Isu Pecah Kongsi dengan Dokter Tifa, Roy Suryo: Saling Membersamai
Nilai Hakim Abaikan...
Nilai Hakim Abaikan Fakta Persidangan, Nadiem Makarim Bakal Lapor ke KY
Tim Hukum Jokowi Endus...
Tim Hukum Jokowi Endus Strategi Pecah Sidang Roy Suryo dan Dokter Tifa
Infografis
Profil Abdul Wahid yang...
Profil Abdul Wahid yang Terjaring OTT KPK, Baru 8 Bulan Jadi Gubernur Riau
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved