Antisipasi Terpapar Corona, Banyak Negara Tidak Kirim Jamaah Haji
Selasa, 16 Juni 2020 - 06:55 WIB
loading...
Foto/SINDOnews
A
A
A
SINGAPURA - Beberapa negara di dunia sudah memastikan tidak akan mengirim jamaah haji tahun ini. Brunei Darussalam, Afrika Selatan, Malaysia, Singapura, India, Mesir, hingga Uzbekistan. Kemudian negara-negara di Eropa seperti Prancis dan Inggris juga menyarankan umat Islam di sana tidak melaksanakan ibadah haji. Itu berkaitan dengan imbauan untuk tidak bepergian ke luar negeri.
Keputusan tersebut diambil sebagai upaya untuk menyelamatkan warga mereka di saat pandemi corona (Covid-19) yang melanda seluruh dunia. Perusahaan biro wisata Brunei Darussalam akan mengembalikan dana yang sudah disetorkan oleh 802 anggota jamaah haji. Itu dilakukan setelah Kementerian Agama Brunei menyatakan tidak akan mengirimkan jamaah haji karena pandemi corona. "Pengembalian dana haji akan dikirim melalui rekening," kata Ibrahim Bakar, pemimpin Direktorat Haji dan Umrah Kementerian Agama Brunei Darussalam. (Baca: Benarkah Gas Air Mata Senjata Kimia dan Bisa Tingkatkan Risiko Covid-19)
Dewan Agama Islam Prancis (CFCM) Mohamed Moussaoui menyerukan warga muslim di Prancis menunda ibadah haji tahun ini. Dia mengungkapkan, pelaksanaan rukun kelima Islam itu tahun ini sangat berisiko karena faktor pandemi corona. "Pembatalan haji tahun ini untuk menyelamatkan nyawa banyak orang, terutama manula dan orang yang rentan terinfeksi," katanya, dilansir Arab News.
Melansir Financial Times, Arab Saudi memang mempertimbangkan musim haji tahun ini akan dibatalkan karena pandemi corona. “Isu ini akan dipelajari dengan hati-hati dan skenario berbeda sedang dipertimbangkan,” kata pejabat Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi yang tidak disebutkan namanya. Ibadah haji biasanya akan diikuti sekitar dua juta orang setiap tahun. Namun, karena pandemi, Pemerintah Arab Saudi mengambil kebijakan dengan hati-hati.
Pemerintah Arab Saudi juga mempertimbangkan skenario lain dengan mengizinkan jamaah asal negara tersebut melaksanakan ibadah haji. “Semua opsi sedang dipertimbangkan dan prioritas utama adalah kesehatan dan keselamatan jamaah haji,” kata pejabat tersebut. (Baca juga: Paranoid Paramedis Dalam Covid-19)
Keputusan tersebut diambil sebagai upaya untuk menyelamatkan warga mereka di saat pandemi corona (Covid-19) yang melanda seluruh dunia. Perusahaan biro wisata Brunei Darussalam akan mengembalikan dana yang sudah disetorkan oleh 802 anggota jamaah haji. Itu dilakukan setelah Kementerian Agama Brunei menyatakan tidak akan mengirimkan jamaah haji karena pandemi corona. "Pengembalian dana haji akan dikirim melalui rekening," kata Ibrahim Bakar, pemimpin Direktorat Haji dan Umrah Kementerian Agama Brunei Darussalam. (Baca: Benarkah Gas Air Mata Senjata Kimia dan Bisa Tingkatkan Risiko Covid-19)
Dewan Agama Islam Prancis (CFCM) Mohamed Moussaoui menyerukan warga muslim di Prancis menunda ibadah haji tahun ini. Dia mengungkapkan, pelaksanaan rukun kelima Islam itu tahun ini sangat berisiko karena faktor pandemi corona. "Pembatalan haji tahun ini untuk menyelamatkan nyawa banyak orang, terutama manula dan orang yang rentan terinfeksi," katanya, dilansir Arab News.
Melansir Financial Times, Arab Saudi memang mempertimbangkan musim haji tahun ini akan dibatalkan karena pandemi corona. “Isu ini akan dipelajari dengan hati-hati dan skenario berbeda sedang dipertimbangkan,” kata pejabat Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi yang tidak disebutkan namanya. Ibadah haji biasanya akan diikuti sekitar dua juta orang setiap tahun. Namun, karena pandemi, Pemerintah Arab Saudi mengambil kebijakan dengan hati-hati.
Pemerintah Arab Saudi juga mempertimbangkan skenario lain dengan mengizinkan jamaah asal negara tersebut melaksanakan ibadah haji. “Semua opsi sedang dipertimbangkan dan prioritas utama adalah kesehatan dan keselamatan jamaah haji,” kata pejabat tersebut. (Baca juga: Paranoid Paramedis Dalam Covid-19)
Lihat Juga :