Pengamat Militer: Indonesia Harusnya Abstain Soal Resolusi PBB Terkait Rusia-Ukraina
Kamis, 10 Maret 2022 - 13:43 WIB
loading...
Pemerintah Indonesia semestinya terus mengedepankan politik bebas aktif terkait dengan konflik Rusia versus Ukraina. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah Indonesia semestinya terus mengedepankan politik bebas aktif terkait dengan konflik Rusia versus Ukraina. Sehingga, Indonesia semestinya memilih abstain ketimbang bersuara mendukung resolusi Majelis Umum PBB yang menyesalkan agresi Rusia ke Ukraina.
Hal ini disampaikan pengamat militer dan pertahanan Connie Rahakundini Bakrie dalam Gelora Talk yang bertajuk "Membaca Akhir Konflik Rusia Vs Ukraina dan Bagaimana Posisi Indonesia?" yang digelar pada Rabu, 9 Maret 2022.
Menurutnya, Indonesia harusnya lebih berhati-hati dalam melihat konflik Rusia-Ukraina agar tidak terjebak dan terjerumus pusaran konflik yang diciptakan Amerika Serikat dan NATO.
Baca juga: Menlu Rusia dan Ukraina Baru Saja Tiba di Turki Jelang Perundingan
"Sebab, di mata saya Rusia tidak melakukan aneksasi atau invasi. Rusia tidak merancang untuk menduduki atau merebut Ukraina, hanya hegemoni Amerika Serikat (AS) dan NATO saja," kata Connie dikutip melalui keterangan pers, Kamis (10/3/2022).
Connie menilai, berbagai macam sanksi yang tidak masuk akal kepada Rusia, justru akan membuat Presiden Rusia Vladimir Putin semakin berani dan 'gila'. Karena Putin mengetahui kelemahan kekuatan AS, Uni Eropa dan NATO, termasuk dalam berdiplomasi.
Hal ini disampaikan pengamat militer dan pertahanan Connie Rahakundini Bakrie dalam Gelora Talk yang bertajuk "Membaca Akhir Konflik Rusia Vs Ukraina dan Bagaimana Posisi Indonesia?" yang digelar pada Rabu, 9 Maret 2022.
Menurutnya, Indonesia harusnya lebih berhati-hati dalam melihat konflik Rusia-Ukraina agar tidak terjebak dan terjerumus pusaran konflik yang diciptakan Amerika Serikat dan NATO.
Baca juga: Menlu Rusia dan Ukraina Baru Saja Tiba di Turki Jelang Perundingan
"Sebab, di mata saya Rusia tidak melakukan aneksasi atau invasi. Rusia tidak merancang untuk menduduki atau merebut Ukraina, hanya hegemoni Amerika Serikat (AS) dan NATO saja," kata Connie dikutip melalui keterangan pers, Kamis (10/3/2022).
Connie menilai, berbagai macam sanksi yang tidak masuk akal kepada Rusia, justru akan membuat Presiden Rusia Vladimir Putin semakin berani dan 'gila'. Karena Putin mengetahui kelemahan kekuatan AS, Uni Eropa dan NATO, termasuk dalam berdiplomasi.
Lihat Juga :