Konflik Rusia-Ukraina, Jokowi: Perang Adalah Persoalan Ego, Melupakan Sisi Kemanusiaan

Selasa, 08 Maret 2022 - 20:42 WIB
loading...
Konflik Rusia-Ukraina,...
Presiden Jokowi mengajak semua pihak untuk mencegah krisis kemanusiaan akibat perang Rusia-Ukraina. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti perang Rusia-Ukraina yang hingga kini belum berakhir. Bila tidak segera diatasi, situasi tersebut bisa memicu krisis kemanusiaan.

Menurut Jokowi, gagalnya gencatan senjata di Ukraina bukan hanya mendorong eskalasi konflik bersenjata tetapi semakin bertambahnya korban jiwa dan krisis kemanusiaan di Ukraina.

”Perang adalah persoalan ego melupakan sisi kemanusiaan, dan hanya menonjolkan kepentingan dan kekuasaan,” tulis Jokowi di akun Instagramnya @Joko Widodo dikutip SINDOnews, Selasa (8/3/2022).

Baca juga: Kecewa Berat pada NATO, Presiden Ukraina Cari Kompromi Soal Krimea dan Donbass

Berdasarkan data UNHCR, kata Jokowi, sudah 1,2 juta orang harus mengungsi ke negara lain karena perang di Ukraina. ”Apabila krisis berlanjut niscaya akan terjadi krisis pengungsi terbesar sepanjang abad,” tulisnya lagi.

Baca juga: Rusia Bisa Langsung Setop Serangan Saat Ukraina Setujui Syaratnya

Jokowi juga mengajak kepada semua pemimpin negara-negara di dunia untuk mencegah terjadinya krisis pengungsi. ”Inilah yang harus kita sama-sama cegah agar jangan sampai terjadi,” kata Jokowi.

Perang antara kedua negara sudah memasuki hari 13 sejak Presiden Vladimir Putin mengumumkan operasi militer khusus terhadap Ukraina. Pertemuan antara kedua negara sudah berlangsung dua kali namun belum juga mendapatkan titik temu.

Terbaru, Menteri Luar Negeri Ukraina, Rusia, dan Turki dijadwalkan bertemu di Turki selatan untuk membahas konflik tersebut pada Kamis (10/3/2022). Pertemuan tersebut diharapkan dapat mewujudkan perdamaian.

(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dubes Iran Tegas Tolak...
Dubes Iran Tegas Tolak Gencatan Senjata di Gaza: Palestina Harus Dibebaskan!
Hari ke-83 Perang Iran:...
Hari ke-83 Perang Iran: Ketika Diplomasi Menjadi Jeda Kematian
Amerika Serikat di Persimpangan...
Amerika Serikat di Persimpangan Damai Pada Perang Iran
Prabowo Bertemu Putin,...
Prabowo Bertemu Putin, DPR: Kita Bisa Usulkan Gencatan Senjata Permanen antara Iran dan AS
Pakistan Jadi Lokasi...
Pakistan Jadi Lokasi Perundingan Iran-Amerika, Pengamat Militer: Islamabad Miliki Diplomasi Unik
BPIP: Gencatan Senjata...
BPIP: Gencatan Senjata Amerika–Iran Harus Jadi Momentum Penyelesaian Konflik
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
PBB Mulai Evakuasi 11.000...
PBB Mulai Evakuasi 11.000 Pelaut yang Terdampar di Selat Hormuz
Rekomendasi
Kinerja Solid, Laba...
Kinerja Solid, Laba Bersih MSIN Melonjak 140% Jadi Rp985 Miliar di 2025
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
4 Pelaku Penyekapan...
4 Pelaku Penyekapan Karyawan Padel Langsung Ditahan
Berita Terkini
Pengadilan Negeri Jakarta...
Pengadilan Negeri Jakarta Timur Larang Siaran Langsung Sidang Dokter Tifa terkait Ijazah Jokowi
Mensesneg Jelaskan Maksud...
Mensesneg Jelaskan Maksud Prabowo terkait 4 Kali Kalah Pemilu Tak Ganggu Pemegang Mandat
Salam Prabowo Disampaikan...
Salam Prabowo Disampaikan Jumhur, Raja Charles Beri Pujian untuk Indonesia
Prabowo Singgung Pihak...
Prabowo Singgung Pihak Bikin Gaduh usai Pemilu: Kapan Kita Mau Menuju Kesejahteraan untuk Rakyat?
Ajukan Kasasi, Kuasa...
Ajukan Kasasi, Kuasa Hukum Harap MA Vonis Bebas Kerry Anak Riza Chalid
Jokowi Pede PSI Masuk...
Jokowi Pede PSI Masuk Parlemen Senayan di Pemilu 2029
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved