Polemik Penceramah Radikal, DPR: Penyebaran Radikalisme dan Ekstremisme Meningkat
Selasa, 08 Maret 2022 - 19:33 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: MUI Ingatkan Pemerintah Tidak Cap Penceramah Radikal karena Kritik Pemerintah
Terbukti dari penangkapan para radikalis dan ekstremis yang kian meningkat, dan Ini tentu sangat berbahaya bagi kehidupan berdemokrasi kita. Karena kita tahu, mereka sangat antidemokrasi. Sistem thogut katanya. Jadi wajar jika mereka memang harus diwaspadai,” kata Sahroni kepada wartawan, Selasa (8/3/2022.
Adapun Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menyebut BNPT blunder, Sahroni meminta agar masing-masing pihak tidak terpancing dan saling memahami duduk masalahnya. Yang jelas, menurut politikus Partai Nasdem ini, jika anti Pancasila dan anti terhadap negara sudah dipastikan bahwa itu radikal, karena Pancasila merupakan dasar negara Indonesia.
“BNPT sudah tepat. Kriteria yang dikeluarkannya itu merupakan bentuk preventif pencegahan terorisme yang memang sudah menjadi job desk mereka. Jika MUI melihat itu blunder, ya silakan saja, tapi dilihat blunder dari mananya? Karena memang kalau urusan anti-Pancasila, antibudaya, antinegara, saya rasa itu memang prinsip dasar negara bahwa NKRI ini Pancasila. Kalau ada yang anti, lalu sampai membahayakan persatuan dan kesatuan, masak akan kita diamkan saja,” tandas Sahroni.
Terbukti dari penangkapan para radikalis dan ekstremis yang kian meningkat, dan Ini tentu sangat berbahaya bagi kehidupan berdemokrasi kita. Karena kita tahu, mereka sangat antidemokrasi. Sistem thogut katanya. Jadi wajar jika mereka memang harus diwaspadai,” kata Sahroni kepada wartawan, Selasa (8/3/2022.
Adapun Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menyebut BNPT blunder, Sahroni meminta agar masing-masing pihak tidak terpancing dan saling memahami duduk masalahnya. Yang jelas, menurut politikus Partai Nasdem ini, jika anti Pancasila dan anti terhadap negara sudah dipastikan bahwa itu radikal, karena Pancasila merupakan dasar negara Indonesia.
“BNPT sudah tepat. Kriteria yang dikeluarkannya itu merupakan bentuk preventif pencegahan terorisme yang memang sudah menjadi job desk mereka. Jika MUI melihat itu blunder, ya silakan saja, tapi dilihat blunder dari mananya? Karena memang kalau urusan anti-Pancasila, antibudaya, antinegara, saya rasa itu memang prinsip dasar negara bahwa NKRI ini Pancasila. Kalau ada yang anti, lalu sampai membahayakan persatuan dan kesatuan, masak akan kita diamkan saja,” tandas Sahroni.
(cip)
Lihat Juga :