Universitas Trilogi Tangkal Paham Radikalisme dengan Nilai Pancasila

Selasa, 08 Maret 2022 - 14:51 WIB
loading...
Universitas Trilogi...
Webinar Nasional Strategi Mencegah Paham Radikalisme dan Upaya Moderasi Beragama Universitas Trilogi Jakarta bekerja sama dengan Kodam Jaya, Selasa (8/3/2022). FOTO/TANGKAPAN LAYAR
A A A
JAKARTA - Radikalisme dan terorisme masih menjadi ancaman bagi bangsa Indonesia. Mudahnya akses informasi dan teknologi menyebabkan banyak orang yang terpapar paham radikalisme. Dunia kampus menjadi sasaran empuk bagi penyebar paham radikalisme karena adanya kebebasan ide dan gagasan.

Ketua Yayasan Pengembangan Pendidikan Indonesia Jakarta (YPPIJ) Prof Arissetyanto mengungkapkan, pihaknya berupaya memperkuat ketahanan dari ancaman radikalisme.

"Dalam webinar ini kita ingin memberikan penguatan pandangan dan penguatan paham menangkal radikalisme. Melalui erguruan tinggi mari kita junjung tinggi nilai Pancasila sebagai bagian dari moderasi beragama," katanya seusai acara Webinar Nasional "Strategi Mencegah Paham Radikalisme dan Upaya Moderasi Beragama" Universitas Trilogi Jakarta bekerja sama dengan Kodam Jaya, Selasa (8/3/2022).

Baca juga: Radikalisme dan Gerakan Moderasi Beragama

Aris mengungkapkan, pihaknya mempunyai strategi tersendiri dalam penanganan radikalisme di perguruan tinggi. Sejatinya dalam menangkal radikalisme ini ada dalam sikap masyarakat Indonesia. Di antaranya: sikap tenggang rasa, teposeliro, guyub, gotong royong, terciptanya ruang dialog bersama dengan baik.

"Kita terapkan nilai luhur bangsa Indonesia sesuai dengan Pancasila dalam bingkai bhinneka tunggal Ika. Mari kita rapatkan barisan sesama bangsa, rekatkan persatuan untuk mewujudkan bangsa Indonesia yang adil makmur sesuai UUD 45," katanya.

Pangdam Jaya Mayjen TNI Budiharto saat menjadi keynote speech mengapresiasi Universitas Trilogi dalam menyelenggarakan webinar tersebut. Menurutnya, seluruh civitas akademika perlu waspada dan mendeteksi masuk paham radikalisme. Untuk itu, salah satu upaya untuk mencegah tersebar paham radikalisme adalah sosialisasi nilai-nilai konsensus dasar kebangsaan, Pancasila, UUD 45, bhinneka tunggal Ika, Kesatuan NKRI.

"Salah satu upaya yang bisa dilakukan dalam menangkal paham radikalisme adalah melalui pendidikan moderasi agama. Mewujudkan Islam Rahmatan Lil Al-alamin, menjaga tempat ibadah dari penyebar paham radikal, pembinaan bela negara dan lainnya. Mari kita jaga persatuan dan kesatuan bangsa," katanya.

Baca juga: Intoleransi dan Radikalisme Ganggu Stabilitas Negara

Hal senada diungkapkan Koordinator Stafsus Kementerian Agama Adung Abdul Rahman. Menurutnya, paham radikalisme tidak selalu dari agama. Pasalnya, dalam agama mengajarkan cinta damai dan kasih sayang. Untuk itu, moderasi beragama diyakini sebagai upaya menangkal paham radikalisme.

"Moderasi beragama adalah cara pandang, sikap, dan praktik beragama dalam kehidupan bersama. Dengan cara mengejawantahkan esensi ajaran agama yang melindungi martabat kemanusiaan dan membangun kemaslahatan umum. Berlandaskan prinsip adil, berimbang, dan menaati konstitusi sebagai kesepakatan berbangsa," katanya.

Ia menyebutkan indikator moderasi beragama di antaranya komitmen kebangsaan, toleransi, antikekerasan dan penerimaan tradisi budaya lokal. Dirinya mengatakan, upaya menangkal paham radikalisme melalui beragam strategi. Antara lain penguatan cara pandang moderasi agama, harmoni dalam kehidupan, penyelarasan moderasi agama.

"Salah satu upaya menangkal radikalisme yakni meningkatkan kualitas beragama. Penguatan pemberdayaan masyarakat yang bisa mengurangi pengaruh bujukan kelompok radikal," katanya.

Direktur Klinik Pancasila Dodi Susanto mengungkapkan perlu mewaspadai serangan dari gerakan dan paham radikalisme. Menurutnya, penguatan Pancasila sebagai falsafah hidup bangsa bisa menjadi penangkal paham rumah. Ia mengatakan, Pancasila harus dijadikan sebagai ilmu pengetahuan agar terus berkembang dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kebhinekaan harus diterapkan dalam gerakan.

"Seperti kegiatan webinar kali ini harus sering dilakukan tidak hanya setahun sekali, tapi bisa sebulan sekali. Penguatan nilai pancasila dan wawasan kebangsaan yang kuat bisa mempertahankan dari serangan radikalisme," katanya.

Acara yang diikuti 560 peserta webinar ini dimoderatori oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Trilogi Risqon Halal Syah Aji. Tampak hadir dalam Webinar Rekor Universitas Trilogi Prof Mudrajad Kuncoro, Wakil Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menjaga Kampus Tetap...
Menjaga Kampus Tetap Relevan Tanpa Menjadi 'Pabrik'
Indonesia Kompeten 2045,...
Indonesia Kompeten 2045, Wamenaker Dorong Kampus Perkuat Sertifikasi Kompetensi
BNPP Gelar Upacara Hari...
BNPP Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Teguhkan Peran Pancasila sebagai Pemersatu Bangsa
Hari Lahir Pancasila...
Hari Lahir Pancasila 2026, Irfan Aghasar Tekankan Pentingnya Persatuan dan Keadilan Sosial
Hari Lahir Pancasila,...
Hari Lahir Pancasila, Prabowo: Rakyat Hanya Jadi Penonton di Atas Kekayaan Bangsa Sendiri
Jokowi Tak Hadir di...
Jokowi Tak Hadir di Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila, Ternyata Ini Alasannya
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Yordania Gantung 6 Orang...
Yordania Gantung 6 Orang atas Tuduhan Terorisme
Festival Anak Pancasila...
Festival Anak Pancasila 2026 Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Rekomendasi
FIFA Hukum Assim Madibo...
FIFA Hukum Assim Madibo 5 Laga Usai Patahkan Kaki Gelandang Kanada
Perluas Lini Produk,...
Perluas Lini Produk, SOME BY MI Luncurkan Cica Anti Hair Loss Hair Serum
Presiden Prabowo Berikan...
Presiden Prabowo Berikan Bantuan Alat Drumben untuk SDN Tegalega Sukabumi
Berita Terkini
Peradi SAI Siap Jembatani...
Peradi SAI Siap Jembatani Dunia Usaha dan Hukum dalam Pelaksanaan KUHP Baru
Masa Penahanan Dadan...
Masa Penahanan Dadan Hindayana Cs Diperpanjang 40 Hari ke Depan
Indonesia Berkomitmen...
Indonesia Berkomitmen dalam Transisi Energi Melindungi Lingkungan dan Pekerja
Panglima TNI Lantik...
Panglima TNI Lantik 1.737 Perwira Baru di Akmil Magelang
Deklarasi Kebangsaan,...
Deklarasi Kebangsaan, Gabungan Aliansi BEM Nasional Serukan 5 Tuntutan
Menkum Supratman Sampaikan...
Menkum Supratman Sampaikan Capaian Posbankum di Legal Forum Rusia dan Perkuat Kerja Sama Ekstradisi Narapidana
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved