Belajar Tatap Muka Baru Berlaku untuk Sekolah Menengah
Senin, 15 Juni 2020 - 18:55 WIB
loading...
A
A
A
Bila kapasitas asrama kurang dari 100 peserta didik, maka pada bulan pertama di masa transisi hanya bisa menampung 50% saja. Bulan berikutnya baru diizinkan untuk memasukkan seluruh peserta didik. Sementara, bagi asrama dengan peserta melebihi 100 orang, setiap bulan di masa transisi hanya bisa diisi sekitar 25% saja.
“Pembelajaran ini adalah metode konservatif dan cara paling pelan yang dilakukan untuk memastikan keamanan dan keselamatan bagi mereka,” tandasnya.
Meski demikian, Nadiem menyatakan sekolah tidak boleh memaksa jika ada orang tua yang belum mengizinkan anaknya masuk sekolah meski daerah itu sudah dinyatakan zona hijau. Dia memahami ada kekhawatiran orang tua terhadap keselamatan anaknya dari potensi tertular Covid-19.
“Jadi, tidak bisa memaksa murid yang orang tuanya tidak memperkenankan karena merasa tidak nyaman. Mereka tetap boleh belajar dari rumah,” tandasnya.
Bila sewaktu-waktu pemerintah daerah menyatakan ada peningkatan status zona hijau menjadi zona kuning karena adanya kasus Covid-19, maka seluruh kegiatan sekolah kembali lagi seperti semula yaitu belajar dari rumah.
“Pembelajaran ini adalah metode konservatif dan cara paling pelan yang dilakukan untuk memastikan keamanan dan keselamatan bagi mereka,” tandasnya.
Meski demikian, Nadiem menyatakan sekolah tidak boleh memaksa jika ada orang tua yang belum mengizinkan anaknya masuk sekolah meski daerah itu sudah dinyatakan zona hijau. Dia memahami ada kekhawatiran orang tua terhadap keselamatan anaknya dari potensi tertular Covid-19.
“Jadi, tidak bisa memaksa murid yang orang tuanya tidak memperkenankan karena merasa tidak nyaman. Mereka tetap boleh belajar dari rumah,” tandasnya.
Bila sewaktu-waktu pemerintah daerah menyatakan ada peningkatan status zona hijau menjadi zona kuning karena adanya kasus Covid-19, maka seluruh kegiatan sekolah kembali lagi seperti semula yaitu belajar dari rumah.
(nbs)
Lihat Juga :