Pemilu 2024 Ditunda, Sekjen PDIP: Orang di Sekitar Tak Paham Kehendak Presiden Jokowi

Kamis, 03 Maret 2022 - 14:47 WIB
loading...
Pemilu 2024 Ditunda,...
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menegaskan, Presiden Jokowi memiliki sikap dan nafas yang sama yakni menolak perpanjangan masa jabatan maupun penundaan Pemilu 2024. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Wacana perpanjangan masa jabatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tiga periode melalui amandemen UUD 1945 dan penundaan Pemilu 2024 memicu polemik di masyarakat. Terkait hal ini PDI Perjuangan mengkritik orang-orang di sekitar Jokowi.

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan, Presiden Jokowi memiliki sikap dan nafas yang sama terkait hal tersebut yakni, menolak perpanjangan masa jabatan maupun penundaan Pemilu 2024. Hasto justru melihat ada orang-orang di sekitar Jokowi yang tidak memahami kehendak presiden.

"Di sekitar presiden pun kita melihat tidak memahami kehendak dari presiden," ungkap Hasto dalam rilis temuan survei nasional LSI, Sikap Publik terhadap Penundaan Pemilu dan Masa Jabatan Presiden pada Kamis, (3/3/2022).

Baca juga: Isu Penundaan Pemilu 2024, Presiden Diminta Jangan Diam

Hasto menyebut, keputusan Jokowi menolak perpanjangan masa jabatan presiden tiga periode ataupun penundaan Pemilu 2024 tegak lurus dengan konstitusi UUD 1945.

"PDIP menegaskan apa yang disampaikan PDIP senafas dengan Jokowi. Presiden Jokowi sudah mengatakan jika ada yang mengusulkan perpanjangan masa jabatan tiga periode itu menampar muka saya, ingin cari muka saya, itu justru menjerumuskan saya. Sikap politik PDIP senafas dengan sikap Jokowi," kata Hasto Kristiyanto.

Baca juga: Penundaan Pemilu 2024 Dinilai Langgar Konstitusi

Hasto mengungkapkan seorang pemimpin diukur dari konsistensi sikapnya. Jokowi tetap konsisten menolak perpanjangan masa jabatan Presiden dan juga menolak penundaan Pemilu 2024. "Kami setia pada jalan konstitusi. Itu fundamental yang amat penting dalam menjalankan seluruh demokrasi dan tata pemerintahan negara," ungkap Hasto Kristiyanto.

PDI Perjuangan disebutkannya tetap sama berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan negara kami kokoh dalam jalan konsitusi. "Kenapa ketaatan pada konstitusi itu penting karena konsitusi berasal dari falsafah, hukum dasar bangsa. Untuk menjalankan UUD semua wajib taat pada konstitusi," jelas Hasto.

Menurut Hasto, amat penting melihat aspek legalitas kekuasaan, di mana rakyat berdaulat, yakni mekanisme pemilu 5 tahun sudah menjadi kultur demokrasi yang harus dihormati.

"Dari seluruh elemen masyarakat memiliki keteguhan kultur yang sama. Dari Pemilu menghasilkan legitimasi kekuasaan seperti Jokowi dan Ma'ruf Amin yang berasal dari rakyat. Praktik penyelenggaraan negara harus dilihat seluruh pimpinan negara menyelenggarakan kekuasaan karena basis dukungan rakyat. Sehingga harus mendengarkan aspirasi rakyat," lanjut Hasto Kristiyanto.

Alasan pandemi Covid-19, IKN Nusantara atau alasan apapun kata Hasto Kristiyanto tidak dapat menjadi alasan untuk memperpanjang masa jabatan presiden tiga periode ataupun menunda Pemilu 2024.

"Menyelesaikan persoalan kebutuhan rakyat harus menjadi perhatian setiap pemimpin. Keberlangsungan pemerintahan tidak ditentukan orang per orang, tapi dilihat dari aspek keberlanjutan kebijakan. PDIP melihat tidak ada ruang untuk penundaan Pemilu 2024, mulai dari masalah ekonomi, IKN, pandemi, semua ingin agar pemilu dilaksanakan sesuai jadwal dan sebaik-baiknya," ucapnya.

Sebagaimana diketahui ada tiga partai koalisi pemerintah yang mengusulkan penundaan Pemilu 2024 yakni Partai Golkar, PKB dan PAN. Sedangkan ada beberapa partai yang menolak penundaan Pemilu 2024 yakni PDIP, Gerindra, Demokrat, Nasdem, dan PPP.

(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jokowi Injak Kepala...
Jokowi Injak Kepala Kerbau saat Terima Gelar Adat, PDIP: Bagian Adat atau Simbol Perendahan Politik?
Din Syamsuddin Ungkap...
Din Syamsuddin Ungkap Bung Karno Tokoh Dikagumi Dunia Internasional
Harga Minyak Dunia Sudah...
Harga Minyak Dunia Sudah Turun, PDIP Minta Pemerintah Evaluasi Harga Pertamax
Beda dengan PKB, Golkar...
Beda dengan PKB, Golkar Pilih Hormati Sikap PDIP sebagai Partai Penyeimbang
PDIP Sebut Demonstrasi...
PDIP Sebut Demonstrasi Mahasiswa Alarm untuk Pemerintah
Rieke Diah Pitaloka...
Rieke Diah Pitaloka Dikritik Akademisi: Melihat Dukungan Manajemen Jangan Sempit
Kondisi Fiskal dan Moneter...
Kondisi Fiskal dan Moneter RI Disentil PDIP: Utang Harus Dibayar dengan Utang
Dua Legislator PDIP...
Dua Legislator PDIP Desak Kementerian PU Tegur Kontraktor Sekolah Rakyat di Muncar
Banteng Muda Indonesia...
Banteng Muda Indonesia Galang Dana Bantu Korban Banjir Bali dan NTT
Rekomendasi
Fosil Terlupakan selama...
Fosil Terlupakan selama 40 Tahun Ternyata Dinosaurus Pertama Antartika
Terjebak antara Cinta...
Terjebak antara Cinta Sejati dan Balas Budi dalam Microdrama Love Last Breath
Video Detik-detik Penangkapan...
Video Detik-detik Penangkapan Roy Suryo Diputar di Sidang Praperadilan
Berita Terkini
Kemendukbangga Siapkan...
Kemendukbangga Siapkan Program Ayah Idaman untuk Tingkatkan Partisipasi KB Pria
KPK Tahan Bupati Kuansing...
KPK Tahan Bupati Kuansing dan Dua Orang Lainnya terkait Suap Pengisian Jabatan
Presiden Belarus Lukashenko...
Presiden Belarus Lukashenko Tiba di Jakarta, Bertemu Prabowo Besok
Rustini Muhaimin Dorong...
Rustini Muhaimin Dorong Kemandirian Santri Lewat Pelatihan Menjahit
Alasan Calon Manajer...
Alasan Calon Manajer Kopdes Ikuti Latsarmil, Wamenhan: Latih Disiplin dan Kerja Sama
KPK Panggil Bupati Indragiri...
KPK Panggil Bupati Indragiri Hulu terkait Kasus Ajudan Gubernur Abdul Wahid
Infografis
3 Proyek Kereta Cepat...
3 Proyek Kereta Cepat Termahal di Dunia, Whoosh Tak Masuk Hitungan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved