PDIP: Ketimbang Perpanjang Masa Jabatan, Mantan Presiden Sebaiknya Jadi Wantimpres

Selasa, 01 Maret 2022 - 23:00 WIB
loading...
PDIP: Ketimbang Perpanjang...
Politikus PDIP Budiman Sudjatmiko mengatakan, dibandingkan memperpanjang masa jabatan presiden lebih baik menjadikan mantan presiden sebagai Wantimpres. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Politikus PDI Perjuangan , Budiman Sudjatmiko mengatakan, dibandingkan harus memperpanjang masa jabatan presiden, lebih baik menjadikan mantan presiden sebagai bagian Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) bagi calon presiden terpilih di 2024 mendatang.

Hal ini menyusul argumentasi yang digunakan para pengusul wacana penundaan Pemilu 2024 karena dianggap kepemimpinan Presiden Jokowi ini masih dibutuhkan untuk diteruskan. Budiman mengaku sependapat jika agenda pembangunan Jokowi belum selesai dan perlu diteruskan, namun bukan perpanjangan atau penundaan pemilu sebagai solusinya.

"Karenanya saya merasa perlu sebagai alternatif bahwa Pak Jokowi atau mantan presiden apapun di 2024, 2029, 2034 dan seterusnya, kalau bisa diberikan tempat terhormat. Mantan-mantan presiden bukan masalah Pak Jokowi saja ya, siapapun. Berikan tempat terhormat sebagai watimpres atau ketua watimpres," kata Budiman di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (1/3/2022).

Baca juga: PDIP Sebut Wacana Perpanjangan Masa Jabatan Presiden Dimulai dari Unsur Pemerintah

Budiman menyebut, usulan ini tidak semata untuk Jokowi saja, tapi hal ini sebenarnya bisa menjadi budaya yang bisa diteruskan dari mantan presiden ke mantan presiden selanjutnya hingga nanti.

"Sebagai orang yang pernah jadi presiden dua periode tentu punya pengalaman, dia tahu apa yang sudah selesai dibangun, target yang sudah dicapai apa yang belum dicapai ini kan pengalaman yang baru, mengurus 270 juta orang ini haruslah ditanamkan sikap kenegaranawanan presiden yang baru terpilih maupun mantan presiden supaya membantu kontinyuitas itu," ujarnya.

Baca juga: Masinton Tegaskan PDIP Tolak Perpanjangan Masa Jabatan Presiden

Soal wacana penundaan atau perpanjangan masa jabatan presiden, Budiman menegaskan partainya secara jelas menolak hal tersebut. Menurutnya, wacana ini justru mengabaikan amanat Reformasi.

"Kita tidak ingin hasil dari Reformasi yang sudah diperjuangkan bersama-sama dengan keringat, dengan darah, dengan kebebasan yang terenggut pada 1998 itu kemudian menjadi hilang gara-gara ada pihak-pihak yang hanya sekadar melakukan penghitungan-penghitungan politik elitis saja dan mengorbankan demokrasi," tegasnya.

(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Din Syamsuddin Ungkap...
Din Syamsuddin Ungkap Bung Karno Tokoh Dikagumi Dunia Internasional
Harga Minyak Dunia Sudah...
Harga Minyak Dunia Sudah Turun, PDIP Minta Pemerintah Evaluasi Harga Pertamax
Beda dengan PKB, Golkar...
Beda dengan PKB, Golkar Pilih Hormati Sikap PDIP sebagai Partai Penyeimbang
PDIP Sebut Demonstrasi...
PDIP Sebut Demonstrasi Mahasiswa Alarm untuk Pemerintah
Rieke Diah Pitaloka...
Rieke Diah Pitaloka Dikritik Akademisi: Melihat Dukungan Manajemen Jangan Sempit
Ferdinand Hutahaean:...
Ferdinand Hutahaean: Jokowi Khianati Prabowo Demi Ambisi Politik Keluarga di 2029
Dua Legislator PDIP...
Dua Legislator PDIP Desak Kementerian PU Tegur Kontraktor Sekolah Rakyat di Muncar
Banteng Muda Indonesia...
Banteng Muda Indonesia Galang Dana Bantu Korban Banjir Bali dan NTT
Begini Cara BMI Perkenalkan...
Begini Cara BMI Perkenalkan Sosok Presiden ke-1 RI Soekarno kepada Generasi Muda
Rekomendasi
Kajari Serdang Bedagai...
Kajari Serdang Bedagai Diamankan Kejagung, Diduga Tak Profesional
Disambut Antusias! 86...
Disambut Antusias! 86 SD Ikuti Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Berita Terkini
Ichsanuddin Noorsy:...
Ichsanuddin Noorsy: UGM Berada di Titik Nadir dalam Kasus Ijazah Jokowi
Asfinawati: Ujaran Kebencian...
Asfinawati: Ujaran Kebencian dalam HAM Menyangkut Ras hingga Agama Bukan Orang per Orang
UBK Keluarkan 9 Poin...
UBK Keluarkan 9 Poin Pernyataan usai Ketua BEM FH Abdimaludin Terima Uang Rp20 Juta
Haul Akbar Ploso, Gus...
Haul Akbar Ploso, Gus Muhaimin: Jangan Hanya Menonton, Santri Harus Jadi Solusi Bangsa
Tiyo UGM Dilaporkan...
Tiyo UGM Dilaporkan ke Polisi, Ray Rangkuti: Harusnya Orang Jahat yang Dihukum Bukan yang Berpikir
Berkas Perkara Roy Suryo...
Berkas Perkara Roy Suryo dan Dokter Tifa Dilimpahkan ke PN Jakarta Timur
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved