Timwas Covid-19 DPR: Biofarma Siap Produksi RT-PCR dalam Satu Bulan
Jum'at, 24 April 2020 - 07:53 WIB
loading...
A
A
A
Dia menjelaskan saat ini Indonesia membutuhkan rapid test massal untuk memetakan para pasien yang positif Covid-19.
Pemetaan pasien positif Covid-19 ini penting karena akan memudahkan proses tracing dan proses isolasi orang-orang yang sempat kontak dengan pasien positif. Dengan demikian rantai penularan Covid-19 bisa dengan mudah untuk diputus.
“Selama ini rapid test massal tidak bisa cepat dilaksanakan karena kita kekurangan RT-PCR sehingga banyak orang positif Covid tanpa gejala (OTG) yang menjadi salah satu rantai utama penularan wabah corona di Tanah Air,” katanya.
Selain RT-PCR, lanjut Cucun, PT Biofarma juga siap memproduksi vaksin Covid-19. Saat ini Biofarma bekerja sama Kementerian Riset dan Teknologi membuat konsorsium penemuan vaksin Covid-19 Indonesia.
Anggota konsorsium ini Balitbangkes, Lembaga Eijkman, dan beberapa universitas terkemuka di Tanah Air.
“Konsorsium ini menargetkan bibit vaksin bisa ditemukan akhir tahun ini sehingga tahun depan bisa diproduksi vaksin secara massal. Kita memberikan apresiasi atas berbagai upaya dari Biofarma ini,” ujarnya.
Politikus PKB ini menyampaikan dalam pertemuan tersebut Biofarma juga menyampaikan keluhan terkait masih panjangnya rantai birokrasi dalam mekanisme pengadaan barang dan jasa.
Pemetaan pasien positif Covid-19 ini penting karena akan memudahkan proses tracing dan proses isolasi orang-orang yang sempat kontak dengan pasien positif. Dengan demikian rantai penularan Covid-19 bisa dengan mudah untuk diputus.
“Selama ini rapid test massal tidak bisa cepat dilaksanakan karena kita kekurangan RT-PCR sehingga banyak orang positif Covid tanpa gejala (OTG) yang menjadi salah satu rantai utama penularan wabah corona di Tanah Air,” katanya.
Selain RT-PCR, lanjut Cucun, PT Biofarma juga siap memproduksi vaksin Covid-19. Saat ini Biofarma bekerja sama Kementerian Riset dan Teknologi membuat konsorsium penemuan vaksin Covid-19 Indonesia.
Anggota konsorsium ini Balitbangkes, Lembaga Eijkman, dan beberapa universitas terkemuka di Tanah Air.
“Konsorsium ini menargetkan bibit vaksin bisa ditemukan akhir tahun ini sehingga tahun depan bisa diproduksi vaksin secara massal. Kita memberikan apresiasi atas berbagai upaya dari Biofarma ini,” ujarnya.
Politikus PKB ini menyampaikan dalam pertemuan tersebut Biofarma juga menyampaikan keluhan terkait masih panjangnya rantai birokrasi dalam mekanisme pengadaan barang dan jasa.
Lihat Juga :