Survei Capres 2024: Ganjar Pranowo Tertinggi, Disusul Prabowo dan Anies
Minggu, 27 Februari 2022 - 15:07 WIB
loading...
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meraih elektabilitas tertinggi dalam survei Capres 2024 yang dilakukan Indopol. FOTO/DOK.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meraih elektabilitas tertinggi dalam survei Capres 2024 yang dilakukan Indopol. Menyusul di tempat kedua, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di posisi ketiga.
Direktur Eksekutif Indopol Survey, Ratno Sulistiyanto mengatakan, dalam survei pertanyaan terbuka kepada responden terkait figur tokoh nasional yang layak menjadi pemimpin Indonesia, Ganjar Pranowo meraih 16,18%. Kemudian Prabowo Subianto 15,85%, Anies Baswedan 14,88%.
"Sementara Jokowi hanya 5,28%, kemudian Ridwan Kamil 4,55%, Sandiaga Uno (4,76%), Ahok (2,76%), dan AHY (2,28%) dan lainnya mendapat apresiasi di bawah 2%," kata Ratno dalam rilis survei Dinamika Capres 2024 & Evaluasi Kinerja Pemerintahan Jokowi, Minggu (27/2/2022).
Hasul survei itu menunjukkan bahwa latar belakang kepala daerah masih menjadi pilihan publik dalam mempertimbangkan pemimpin nasional ke depan, yakni sebesar 23,66%. Selanjutnya adalah tokoh dengan latar belakang TNI sebesar 21,63%, lalu golongan intelektual/cendekiawan 16,91%. "Selebihnya di bawah 10% menjadi pilihan publik, termasuk ketua parpol hanya 4,15%," katanya.
Direktur Eksekutif Indopol Survey, Ratno Sulistiyanto mengatakan, dalam survei pertanyaan terbuka kepada responden terkait figur tokoh nasional yang layak menjadi pemimpin Indonesia, Ganjar Pranowo meraih 16,18%. Kemudian Prabowo Subianto 15,85%, Anies Baswedan 14,88%.
"Sementara Jokowi hanya 5,28%, kemudian Ridwan Kamil 4,55%, Sandiaga Uno (4,76%), Ahok (2,76%), dan AHY (2,28%) dan lainnya mendapat apresiasi di bawah 2%," kata Ratno dalam rilis survei Dinamika Capres 2024 & Evaluasi Kinerja Pemerintahan Jokowi, Minggu (27/2/2022).
Hasul survei itu menunjukkan bahwa latar belakang kepala daerah masih menjadi pilihan publik dalam mempertimbangkan pemimpin nasional ke depan, yakni sebesar 23,66%. Selanjutnya adalah tokoh dengan latar belakang TNI sebesar 21,63%, lalu golongan intelektual/cendekiawan 16,91%. "Selebihnya di bawah 10% menjadi pilihan publik, termasuk ketua parpol hanya 4,15%," katanya.
Lihat Juga :