Perangi Stunting, Pangkas Obesitas
Jum'at, 25 Februari 2022 - 11:22 WIB
loading...
A
A
A
Sayangnya masih banyak ibu yang tidak menyadari dirinya sedang kekurangan nutrisi penting yang sebenarnya dibutuhkan untuk perkembangan bayi di dalam kandungan.
“Kehamilan bagus itu juga tergantung terhadap plasentanya. Kalau plasenta ibu hamil bagus, pastinya kehamilan pun bagus. Supaya plasenta dalam kondisi baik ketika kehamilan, perlu perencanaan kehamilan sebelum pernikahan. Paling tidak tiga bulan sebelum pernikahan, pasangan harus mulai merencanakannya. Calon ibu harus mendapatkan cukup nutrisi agar siap menghadapi kehamilan,” papar Prabu.
Menurut Prabu, salah satu cara mengenali ibu hamil mengalami defisiensi nutrisi adalah ketika berat badannya tidak bertambah, bahkan mengalami penurunan, sedangkan janin bertambah berat. Ibu hamil yang mengalami kurang gizi tidak hanya berisiko mengalami anemia atau preeklamsia, tetapi defisiensi nutrisi juga memengaruhi pertumbuhan bayi.
"Ibu berisiko melahirkan bayi dengan berat badan rendah, melahirkan bayi prematur, dan juga menimbulkan risiko anak mengalami stunting," ujar Prabu.
Karena itulah menurut Prabu, penting bagi calon ibu untuk menjaga pola makanan yang bergizi seimbang demi mencegah stunting ataupun obesitas pada anak dikemudian hari. Makanan yang bergizi seimbang juga masih diperlukan ibu selama masa menyusui ataupun anak saat masa MPASi (Makanan Pendamping ASI)
Adapunmenurutdokter anak yang juga ahli gizi, Dr dr Meta Hanindita, SpA(K),berdasarkanGlobal Nutrition Report 2014, Indonesia merupakan negara yang memiliki beragam masalah gizi kompleks, di antaranya tingginya prevalensistuntingdanwastingserta permasalahan gizi lebih. Data ini didukung oleh hasil riset Riskesdas 2018 bahwa prevalensi gizi kurang pada anak balita adalah 17,7%, sedangkanoverweightdan obesitas mencapai 8%.
Menurut Meta, hal ini tentu berbahaya mengingat keduanya merupakan faktor risiko yang berkaitan erat dengan beberapa penyakit kronis dan berpotensi kematian. “Untuk itu penting sebagai sarana belajar orang tua terkait pemberian nutrisi yang tepat bagi anaknya. Kita tahu, tidak ada sekolah untuk menjadi orang tua. Tapi di era seperti saat ini, banyak cara yang bisa dilakukan orang tua untuk belajar apapun. Untukparentingmisalnya, salah satu sumbernya ya dari buku-bukuparenting," ujar Meta.
Meta menjelaskan, ibudiharapkan mampu memenuhi pengetahuan kebutuhan akan nutrisi seimbang ini. Menurutnya, ibu bisa belajarberagam varian resep untuk menggugah nafsu makan anak serta menimbulkan rasa ingin tahu perihal pentingnya makanan sehat.
"Ibu yang memiliki anak berusia dua sampai lima tahun diharapkan memiliki wawasan yang lebih luas mengenai pemberian nutrisi serta perkembangan fisik anaknya," tandas Meta.
Dokter anak yang juga berprofesi sebagai konselor laktasi ini menuturkan, tak hanya terkait dengan kesehatan, masalah nutrisi berdampak terhadap pembentukan sumber daya manusia. Kualitas anak ditentukan sejak terjadinya pembuahan hingga usia balita. "Oleh karenanya penting bagi ibu untuk mencukupi nutrisi, baik bagi dirinya sendiri selama hamil maupun bagi bayi dan anak balitanya, guna mencetak generasi cemerlang,” tambah Meta.
“Kehamilan bagus itu juga tergantung terhadap plasentanya. Kalau plasenta ibu hamil bagus, pastinya kehamilan pun bagus. Supaya plasenta dalam kondisi baik ketika kehamilan, perlu perencanaan kehamilan sebelum pernikahan. Paling tidak tiga bulan sebelum pernikahan, pasangan harus mulai merencanakannya. Calon ibu harus mendapatkan cukup nutrisi agar siap menghadapi kehamilan,” papar Prabu.
Menurut Prabu, salah satu cara mengenali ibu hamil mengalami defisiensi nutrisi adalah ketika berat badannya tidak bertambah, bahkan mengalami penurunan, sedangkan janin bertambah berat. Ibu hamil yang mengalami kurang gizi tidak hanya berisiko mengalami anemia atau preeklamsia, tetapi defisiensi nutrisi juga memengaruhi pertumbuhan bayi.
"Ibu berisiko melahirkan bayi dengan berat badan rendah, melahirkan bayi prematur, dan juga menimbulkan risiko anak mengalami stunting," ujar Prabu.
Karena itulah menurut Prabu, penting bagi calon ibu untuk menjaga pola makanan yang bergizi seimbang demi mencegah stunting ataupun obesitas pada anak dikemudian hari. Makanan yang bergizi seimbang juga masih diperlukan ibu selama masa menyusui ataupun anak saat masa MPASi (Makanan Pendamping ASI)
Adapunmenurutdokter anak yang juga ahli gizi, Dr dr Meta Hanindita, SpA(K),berdasarkanGlobal Nutrition Report 2014, Indonesia merupakan negara yang memiliki beragam masalah gizi kompleks, di antaranya tingginya prevalensistuntingdanwastingserta permasalahan gizi lebih. Data ini didukung oleh hasil riset Riskesdas 2018 bahwa prevalensi gizi kurang pada anak balita adalah 17,7%, sedangkanoverweightdan obesitas mencapai 8%.
Menurut Meta, hal ini tentu berbahaya mengingat keduanya merupakan faktor risiko yang berkaitan erat dengan beberapa penyakit kronis dan berpotensi kematian. “Untuk itu penting sebagai sarana belajar orang tua terkait pemberian nutrisi yang tepat bagi anaknya. Kita tahu, tidak ada sekolah untuk menjadi orang tua. Tapi di era seperti saat ini, banyak cara yang bisa dilakukan orang tua untuk belajar apapun. Untukparentingmisalnya, salah satu sumbernya ya dari buku-bukuparenting," ujar Meta.
Meta menjelaskan, ibudiharapkan mampu memenuhi pengetahuan kebutuhan akan nutrisi seimbang ini. Menurutnya, ibu bisa belajarberagam varian resep untuk menggugah nafsu makan anak serta menimbulkan rasa ingin tahu perihal pentingnya makanan sehat.
"Ibu yang memiliki anak berusia dua sampai lima tahun diharapkan memiliki wawasan yang lebih luas mengenai pemberian nutrisi serta perkembangan fisik anaknya," tandas Meta.
Dokter anak yang juga berprofesi sebagai konselor laktasi ini menuturkan, tak hanya terkait dengan kesehatan, masalah nutrisi berdampak terhadap pembentukan sumber daya manusia. Kualitas anak ditentukan sejak terjadinya pembuahan hingga usia balita. "Oleh karenanya penting bagi ibu untuk mencukupi nutrisi, baik bagi dirinya sendiri selama hamil maupun bagi bayi dan anak balitanya, guna mencetak generasi cemerlang,” tambah Meta.
(ynt)
Lihat Juga :