Perangi Stunting, Pangkas Obesitas

Jum'at, 25 Februari 2022 - 11:22 WIB
loading...
A A A
Dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72/2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting disebutkan dua jenis intervensi yang dilakukan, yakni spesifik dan sensitif. Intervensi spesifik adalah kegiatan yang dilaksanakan untuk mengatasi penyebab langsung terjadinyastunting. Adapun intervensi sensitif adalah kegiatan yang dilaksanakan untuk mengatasi penyebab tidak langsung terjadinya stunting. Pada Pasal 1 ayat 4 dinyatakan kedua intervensi itu dilaksanakan secara konvergen, holistik, integratif, dan berkualitas melalui kerja sama multisektor di pusat, daerah, dan desa.

Pakar gizi Institut Pertanian Bogor (IPB) Hardinsyah mengakui berbagai upaya dan langkah menurunkan prevalensi stunting di Indonesia tampak semakin kencang dan membaik. Terlebih sejak terbitnya Perpres Nomor 72/2021. Dia menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor hingga kecamatan, desa, dan keluarga sasaran.

“Di masa pandemi ini mudah-mudahan itu bisa berjalan karena pada hakikatnya program-program setiap departemen harus menjadi satu kesatuan di desa dan ‘menggempur’ keluarga sasaran yang berisiko. (Penanganan) stunting itu sendiri yang penting bagaimana mencegah. Keluarga berisiko itu apa? Keluarga miskin ada yang hamil. Ada enggak calon pengantin dari keluarga miskin. Ini harus diidentifikasi,” ujarnya.

Dinas kesehatan dan perangkat pemerintahan di tingkat desa juga didorong untuk bisa mendata warga yang tidak mampu. Sebab kemampuan ekonomi masyarakat kelas bawah ini yang dikhawatirkan tidak bisa memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil dan anaknya. Hardinsyah menegaskan data dan informasi kesehatan masyarakat ini penting dalam menjalankan program dan langkah untuk menurunkan stunting.

Dia mengungkapkan BKKBN tengah menyiapkan tiga pendamping keluarga di setiap desa yang terdiri atas bidan, penggerak pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK), dan kader keluarga berencana (KB). Menurutnya, pendamping keluarga harus dilatih dan segera difungsikan. Tentu saja keaktifan dan kerja sama lintas sektor harus terjalin dengan baik.

“Karena masalah (stunting) berbeda-beda antara Papua, Aceh, NTB, dan NTT. Apalagi budayanya berbeda-beda. (Penanganannya) harus dalam konteks kearifan lokal. (Kemudian) permasalahan dan kelembagaan lokal penting dipertimbangkan. Ada hal yang sifatnya nasional, ada yang dibumikan dengan kearifan lokal,” tuturnya.

Hardinsyah yang juga Ketua Umum Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Gizi Indonesia (AIPGI) ini mengingatkan akan bahaya stunting bagi bangsa ini. Indonesia bakal kekurangan generasi penerus yang berkualitas untuk memimpin dan membangun bangsa di masa yang akan datang. Indonesia perlu melihat laju penurunan stunting yang berhasil dilakukan negara-negara tetangga.

Stuntingbukan hanya menjadi tanggung jawab Kemenkes dan BKKBN saja. Salah satu faktor yang sering dilupakan adalah ketersediaan pangan di setiap daerah. Maka perlu dukungan Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk menjamin ketersediaan pangan, terutama protein hewani dan nabati. “Bagaimana itu (kementerian) bisa menyuplai dan ada cadangan (pangan yang mencukupi),” tandasnya.

Di sisi lain orangtua, khususnya ibu, memiliki peran penting dalam menyiapkankebutuhan akan gizi seimbang pada anaksehingga dapat mencegah terjadinya stunting dan obesitas. Gizi seimbang ini tidak hanya diberikan saat anak dalam masa tumbuh kembang, tetapi juga saat anak masih di dalam kandungan.

Pahami sejak Dini
Menurut dr Dhika Prabu Armadhanu, SpOG (K), MKes, dokter spesialis kebidanan dan kandungan dari RSU Kabupaten Tangerang, saat hamil perempuan mengalami banyak perubahan pada fisik dan emosionalnya karena adanya perubahan hormon dan perkembangan janin di dalam rahim. Perempuan juga memiliki dorongan besar untuk mengubah gaya hidupnya ketika memasuki masa kehamilan karena mempertimbangkan kondisi bayi yang sedang dikandungnya.

Agar janin berkembang dengan baik dan bayi bisa lahir dalam kondisi sehat, ibu biasanya melakukan perubahan gaya hidup yang lebih baik selama menjalani proses kehamilannya. Salah satunya dengan melakukan perbaikan gizi. Namun kebiasaan ibu yang baru mulai menjaga kesehatannya dengan makan makanan bernutrisi setelah dia tahu dirinya hamil inilah yang kurang tepat.

"Agar tidak ada gangguan selama kehamilan, calon ibu harusnya sudah memastikan asupan nutrisinya tercukupi sejak sebelum hamil, " ujar Prabu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kemendukbangga Perkuat...
Kemendukbangga Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Bonus Demografi dan Penurunan Stunting
Gerakan Dapur Indonesia...
Gerakan Dapur Indonesia Gelar Konsolidasi Perkuat Program MBG dan Atasi Stunting
Program MBG Dinilai...
Program MBG Dinilai Bantu Atasi Stunting dan Gerakkan Ekonomi Daerah
Prabowo: MBG Jawaban...
Prabowo: MBG Jawaban Negara Atas Masalah Gizi Anak Indonesia
Program MBG Mampu Tekan...
Program MBG Mampu Tekan Stunting, FSPI: Fokus Evaluasi, Bukan Politisasi
Program MBG Bisa Ciptakan...
Program MBG Bisa Ciptakan Pelaku UMKM Baru dan Cegah Urbanisasi
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Integrasikan Penanganan Stunting dan Pemberdayaan UMKM
Dokter Ungkap Merokok...
Dokter Ungkap Merokok dan Obesitas Jadi Penyebab Utama Serangan Jantung di Usia Muda
Pemkot Tangsel Perkuat...
Pemkot Tangsel Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak untuk Cegah Stunting
Rekomendasi
Sarwendah Ungkap Alasan...
Sarwendah Ungkap Alasan Pindah Rumah, Didatangi Debt Collector hingga Ancaman Dilelang
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
Berita Terkini
Hari Anak Nasional ke-42,...
Hari Anak Nasional ke-42, saatnya Negara Membangun Prasyarat Perlindungan Anak
Febrie Adriansyah Mangkir...
Febrie Adriansyah Mangkir dari Pemeriksaan Kejagung, Dipanggil Ulang Besok
Dokter Tifa Siap Terima...
Dokter Tifa Siap Terima Apa Pun Putusan Sela Hari Ini
Menjembatani Rivalitas...
Menjembatani Rivalitas LCS: Konsep Hybrid Maritime Security Governance System
Ahli Waris Laporkan...
Ahli Waris Laporkan Dugaan Kepemilikan Aset Tak Wajar Mantan Hakim dan Jaksa ke KPK
Kisah Calvin dan Yehezkiel,...
Kisah Calvin dan Yehezkiel, Peraih Adhi Makayasa 2026 yang Dilantik Prabowo di Istana Merdeka
Infografis
Awas Obesitas, Berikut...
Awas Obesitas, Berikut 5 Makanan yang Bikin Cepat Lapar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved