Eggi Sudjana Ajak Anak Muda Rawat Pancasila
Jum'at, 25 Februari 2022 - 06:27 WIB
loading...
A
A
A
Dia mengatakan, perubahan wajah Indonesia hingga kini menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tak terlepas dari peran ulama dan pemuda. "Mereka para ulama dan sebelumnya tentu pemudanya telah sangat berperan merubah wajah Indonesia yang animisme, politeisme dan sinkretisme berubah menjadi satu negara yang berdaulat melawan penjajahan dengan nama Republik Indonesia sekarang lebih dikenal NKRI Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasar kepada Pancasila dan UUD 1945," kata Eggi.
Sementara itu, Ketua Forum Indonesia Muda Cerdas Asep Ubaidillah sebagai Ketua penyelenggara acara dialog kebangsaan kali ini menghadirkan Eggi Sudjana, KH Taufik Damas, dan Prof Suparji Ahmad sebagai pembicara diskusi kebangsaan. Adapun tema dialog bertajuk 'Komitmen Merawat Kebangsaan Melalui Kejujuran Dalam Menuju Berbangsa dan Bernegara, Peran Generasi Muda dan Ulama Dalam Merawat Kebhinekaan'.
Asep Ubaidillah menjelaskan dialog kebangsaan kali ini yang dibahas adalah NKRI sebagai Negara Berketuhanan Yang Maha Esa sebagaimana yang telah dijabarkan dalam Pasal 29 ayat 1 UUD 1945 serta penjelasan dalam Sila Pertama Pancasila sebagai Falsafah Bangsa. “Sebagai Negara Berketuhanan Yang Maha Esa, Indonesia merupakan Bangsa yang tidak terpisahkan dari ajaran agama. Hal demikianlah yang menjadi pemersatu bangsa yang bernaung dibawah semboyan Bhinneka Tunggal Ika dan menjadi salah satu nilai penting dalam spirit perjuangan kemerdekaan," tutur Ubaidillah.
Sementara itu, Ketua Forum Indonesia Muda Cerdas Asep Ubaidillah sebagai Ketua penyelenggara acara dialog kebangsaan kali ini menghadirkan Eggi Sudjana, KH Taufik Damas, dan Prof Suparji Ahmad sebagai pembicara diskusi kebangsaan. Adapun tema dialog bertajuk 'Komitmen Merawat Kebangsaan Melalui Kejujuran Dalam Menuju Berbangsa dan Bernegara, Peran Generasi Muda dan Ulama Dalam Merawat Kebhinekaan'.
Asep Ubaidillah menjelaskan dialog kebangsaan kali ini yang dibahas adalah NKRI sebagai Negara Berketuhanan Yang Maha Esa sebagaimana yang telah dijabarkan dalam Pasal 29 ayat 1 UUD 1945 serta penjelasan dalam Sila Pertama Pancasila sebagai Falsafah Bangsa. “Sebagai Negara Berketuhanan Yang Maha Esa, Indonesia merupakan Bangsa yang tidak terpisahkan dari ajaran agama. Hal demikianlah yang menjadi pemersatu bangsa yang bernaung dibawah semboyan Bhinneka Tunggal Ika dan menjadi salah satu nilai penting dalam spirit perjuangan kemerdekaan," tutur Ubaidillah.
(rca)
Lihat Juga :