Meredam Provokasi SARA

Senin, 21 Februari 2022 - 13:44 WIB
loading...
Meredam Provokasi SARA
Meredam Provokasi SARA
A A A
Muhammad Itsbatun Najih
Bergiat di Muria Pustaka, Kudus

Belakangan, sengkarut di masyarakat berbasis suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) kian menajam sebagaimana laporan utama Koran Sindo edisi 17 Januari 2022. Sentimental primordial tersebut memasuki kondisi cukup mengkhawatirkan. SARA terpakai sebagai bahan provokasi; yang dapat berimbas saling curiga, rusuh, dan konflik.

Meskipun terkata konflik SARA lebih banyak bertipikal fluktuatif dan peristiwanya temporal; tidak terus-menerus, toh faktanya nyaris terjadi di saban daerah serta lintas periode. Sebagai ikhtiar bagian dari resolusi konflik, sudah banyak kajian dan penelitian mengurai muasal provokasi-konflik SARA.

Ditinjau mendalam, setumpuk penelitian yang sudah terpublikasi tampak berkutat mengambil latar tempat yang selama ini berkonflik berkepanjangan. Sebaliknya, pembaca masih jarang mendapati penelitian yang justru merekam daerah “aman”. Aman dalam artian bukan tidak pernah terjadi konflik sama sekali. Melainkan konflik pernah berlangsung sebentar/singkat.

Dus, buku tebal ini berangkat dari penelitian kehidupan keberagamaan berlatar Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Pembaca mungkin mengernyitkan dahi: Mengapa Sukabumi? Bukankah Sukabumi boleh dikata daerah aman-harmonis? Dan, Sukabumi adalah sebagaimana kebanyakan kabupaten/daerah di Indonesia yang nyaris tak terdengar peristiwa konflik SARA. Ujang Saefullah selaku penulis buku dari hasil disertasinya ini menghadirkan perspektif berbeda.

Sebagai landasannya, seaman-amannya sebuah daerah level kabupaten/kotamadya, sulit untuk mengklaim benar-benar bebas dari potensi provokasi-konflik berbasis SARA. Dengan kata lain, setidaknya pasti pernah terjadi friksi maupun gesekan dalam skala kecil. Sukabumi pun tidak luput dari isu pembakaran kitab suci, peledakan bom dekat rumah ibadah, perihal sulitnya mendapat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) rumah ibadah, dan gerakan keagamaan yang “lompat pagar”. Lompat pagar berarti menyasar orang-orang yang telah memeluk suatu agama untuk diajak masuk ke agama lain.

Sejumlah kasus berbasis SARA yang terjadi di Sukabumi tersebut terbilang sudah lampau, kisaran 1980-an dan 2000-an. Meski begitu, justru di sini titik poinnya: tidak ada jaminan kasus tersebut tak terulang. Apalagi, Sukabumi tidak hanya dihuni satu agama dan satu suku. Konflik/provokasi SARA meskipun pernah terjadi dan skalanya terbilang kecil, tetaplah menyimpan memori untuk selalu relevan dikaji demi menjaga keberlangsungan kerukunan ke depan dan seterusnya.

Orang Sukabumi sendiri berprinsip reugreug pageuh, repeh rapih, kacai jadi saleuwi kadarat jadi salegok: hidup ingin selalu damai dan tentram dengan siapa pun, tidak memedulikan latar belakang; sehingga saling menyayangi. Pun, urang Sukabumi mah boga prinsip hirup sauyunan jeung kudu nyaah kasasama: hidup berdampingan dan menyayangi antarsesama (halaman 58:). Dus, kearifan lokal dalam prinsip hidup semacam ini toh dipunya juga oleh semua etnis-suku di Indonesia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengelola Sawit untuk...
Mengelola Sawit untuk Indonesia yang Kuat
Mengenal System Shift,...
Mengenal System Shift, Kerangka Baru Membaca Perubahan Dunia
Mudiruna, Kisah Ulama...
Mudiruna, Kisah Ulama Cahaya dari Rumah Sederhana
Bukan Motivasi Kosong,...
Bukan Motivasi Kosong, Positivo Theory Jadi Panduan Nyata Anak Muda Bangun Masa Depan
Rustini Muhaimin Tekankan...
Rustini Muhaimin Tekankan Budaya Literasi dengan Gerakan Membaca
Prosumenesia: Era Baru...
Prosumenesia: Era Baru Konsumen Jadi Produsen Digital
Cukup Baca 4 Buku Setahun,...
Cukup Baca 4 Buku Setahun, Risiko Stres dan Depresi Bisa Turun Signifikan
Buku “Misi untuk Raka”...
Buku Misi untuk Raka Diluncurkan, Edukasi Anak Usia Dini agar Seru Tanpa Gawai
Berani Sehat, Tak Perlu...
Berani Sehat, Tak Perlu Takut Kuman
Rekomendasi
Substitute Wife of the...
Substitute Wife of the Tycoon Tayang di V+Short, Microdrama China yang Penuh Intrik Keluarga
Transformasi BUMN Jalan...
Transformasi BUMN Jalan Terus lewat Peleburan 240 Perusahaan, Apa Manfaatnya?
Sinetron Terlanjur Mencintaimu...
Sinetron Terlanjur Mencintaimu Akan Warnai Layar Kaca Pemirsa RCTI, Berikut Sinopsisnya
Berita Terkini
Andi Azwan: Sikap Roy...
Andi Azwan: Sikap Roy Suryo Tempuh Praperadilan Tindakan Pengecut
Tegaskan MBG Lanjut...
Tegaskan MBG Lanjut Terus, Hashim: Tak Berhenti sampai Berhasil
Aliansi Mahasiswa Menjawab...
Aliansi Mahasiswa Menjawab Desak Penguatan Pasal 33 UUD 1945 Hadapi Tantangan Global
Dicap Penyusup oleh...
Dicap Penyusup oleh Roy Suryo saat Sidang Praperadilan, Suhadi Beberkan Kejanggalan Materi Gugatan
UI Kembangkan RehatPod,...
UI Kembangkan RehatPod, Solusi Isi Ulang Energi bagi Masyarakat Urban
Demam Piala Dunia 2026:...
Demam Piala Dunia 2026: Ketika Indonesia Tetap Menjadi Juara di Tribun Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved